RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Indonesia (Pengprov Perbakin) DKI Jakarta diminta bersikap bijak dalam memverifikasi keabsahan klub, menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan berlangsung Desember 2025 mendatang.
Selain soal verifikasi, sejumlah klub juga berharap pengurus hasil Musprov nanti bisa menjalankan roda organisasi sesuai amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perbakin, serta lebih transparan dan aktif berkomunikasi dengan klub.
Harapan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Senayan, Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Dalam forum tersebut, terdapat 16 klub yang dinyatakan tidak lolos verifikasi dan diberi waktu satu bulan untuk melengkapi persyaratan.
Baca juga : Pemain Persib Saling Jadi Lawan Di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Padahal, di antara klub yang belum lolos itu, ada yang selama ini berkontribusi besar bagi olahraga menembak, bahkan menyumbangkan atlet nasional bagi Jakarta dan Indonesia.
Anthony Sunarjo, pemilik Aquarius Shooting Club sekaligus mantan Sekjen PB Perbakin selama 30 tahun, menilai keputusan mencoret klub harus dilakukan dengan penuh kebijaksanaan.
“Klub itu merupakan ujung tombak pembinaan. Jangan sampai klub-klub menembak target yang memproduksi atlet dihilangkan. Perlu pertimbangan lagi karena Jakarta selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga menembak, dengan banyak menghasilkan petembak nasional seperti Lely Sampoerna, Siswanto, dan Iriantoni,” kata Anthony yang juga Ketua Dewan Etik Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Baca juga : Selena Gomez Menikah, Menarik Perhatian Dengan Gaun Bermerk
Nada serupa disampaikan Ketua Bima Sakti Shooting Club, Ir Christian GP Muljadi. Ia mengusulkan agar klub-klub yang belum memenuhi persyaratan bisa dimerger. “Kebersamaan perlu dipikirkan, karena klub-klub itu selama ini banyak melahirkan atlet andalan Jakarta,” ujarnya.
Ketua Chow Shooting Club, Susanto Hasni, juga meminta perhatian bagi klub-klub lama yang aktif membina atlet.
“Jangan sampai malah atlet yang mereka produksi diambil daerah lain,” tegas Susanto, mantan pengurus KONI DKI Jakarta.
Sementara itu, Kristianto dari Velox Shooting Club menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran. “Ya, perlu ada transparansi,” katanya singkat.
Baca juga : Bank Mandiri Genjot Pertumbuhan Kredit Sektor Komoditas Hilirisasi
Adapun Ketua Magnum Shooting Club, Temmy Djaja Hartanto, S.E., M.H., berharap setiap kebijakan diambil melalui mekanisme organisasi.
“Keputusan sebaiknya dihasilkan melalui rapat pleno dan diputuskan dalam Rakerprov,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.