BREAKING NEWS
 

STY Dan Kluivert Masa Lalu, Erick Cari Pelatih Baru

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 24 Oktober 2025 09:51 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, pihaknya tak akan membawa Shin Thae-yong (STY) untuk melatih tim nasional Indonesia. Era STY dan Patrick Kluivert sudah selesai. Federasi kini tengah berburu pelatih baru. Pelatih yang bukan hanya sekadar tenar, tapi yang punya visi membangun sistem kepelatihan yang berkelanjutan.

“Kalau kita move on dari Patrick (Kluivert) ya kita juga harus move on dari Shin Tae-yong,” ujar Erick kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam (23/10/2025).

Erick mengakui, pergantian pelatih yang terlalu cepat memang membuatnya kurang nyaman. Termasuk saat berpisah dengan Kluivert. Karena menurut Erick, membangun struktur kepelatihan nasional memerlukan waktu yang panjang.

Baca juga : AHY: Kota Adalah Masa Depan Dunia, Harus Disiapkan Dari Sekarang

Erick mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar PSSI saat ini adalah menciptakan sistem kepelatihan yang berjenjang dan terhubung di semua level usia. Sistem ini baru mulai terbentuk pada era Kluivert. Namun, sistem ini harus terhenti karena pelatih asal Belanda itu gagal membawa Timnas ke Piala Dunia 2026. Dinamika hasil dan tekanan publik akhirnya membuat PSSI untuk memutuskan berpisah dengan Kluivert dan jajaran tim pelatihnya. Masalahnya, kata Erick, begitu Kluivert dan timnya pergi, struktur kepelatihan ikut hilang. “Sekarang pusing juga. Hilang strata senior, U-23, U-20. Tapi mau gimana, sudah paketnya begitu,” ucap Erick.

Mantan Menteri BUMN ini menyebut, PSSI saat ini ingin membuka halaman baru dengan mencari pelatih anyar. Mencari pelatih baru bukan perkara mudah. Selain karena peringkat FIFA Indonesia masih rendah, citra suporter yang kerap “galak” di media sosial juga jadi bahan pertimbangan bagi calon pelatih asing.

Adsense

“Saya lagi coba buka komunikasi ke banyak pihak. Jangan sampai persepsi negatif yang beberapa kali terjadi malah mempersulit posisi kita,” katanya.

Baca juga : Emil Audero Absen, Kluivert Rotasi Penjaga Gawang

Untuk itu, Erick mengandalkan jejaring internasionalnya demi memulihkan kepercayaan terhadap PSSI. Mantan presiden klub sepak bola Inter Milan itu menegaskan, federasi tetap berkomitmen pada cetak biru pembangunan sepak bola nasional yang sudah disampaikan ke FIFA, dengan target jangka panjang menuju Piala Dunia 2034.

Erick menyebut, regenerasi pemain, menurutnya, sudah berjalan baik. Kini tinggal memastikan kesinambungan di level pelatih. Program naturalisasi juga akan tetap dilanjutkan. Erick mencontohkan kesuksesan Maroko di Piala Dunia U-20 2025 yang banyak diperkuat pemain diaspora.

Soal kritik, Erick mengaku siap menanggungnya.“Apa yang terjadi kemarin itu bagian dari hasil yang harus kita pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Baca juga : BRI Super League, Borneo FC Samarinda Belum Goyah

Dia juga meminta publik lebih bijak dalam menilai pelatih dan pemain. “Begitu pelatih kalah, langsung diserang. Pemain salah sedikit, dihujat. Padahal, kalau suasana kayak gitu terus, pemain bisa takut membela timnas,” ujarnya, menyinggung kasus Gerald Vanenburg, Indra Sjafri, hingga Rizky Ridho yang sempat jadi sasaran kritik tajam.

Untuk sekarang, PSSI belum akan buru-buru mengumumkan pelatih baru. Erick ingin memastikan profil pelatih yang sejalan dengan arah jangka panjang PSSI. “Masih perlu waktu untuk konsolidasi,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense