RM.id Rakyat Merdeka - Chelsea bertekad memutus tren negatif di era pelatih baru Liam Rosenior. Senada, MU juga ingin bangkit dari kekalahan pertama di era pelatih Michael Carrick.
Bigmatch Liga Inggris mempertemukan Chelsea dan Manchester United di Stamford Bridge, London, besok pukul 02.00 WIB. Laga ini krusial dalam perebutan tiket Liga Champions.
Kedua tim datang berada dalam tekanan yang sama berat. Chelsea mencoba keluar dari tren negatif, sementara MU ingin menjaga posisi di zona empat besar.
Baca juga : Davina Karamoy, Gandeng Tangan Ardhito Pramono
Chelsea membuka era Liam Rosenior dengan empat kemenangan beruntun. Namun, performa mereka merosot tajam dengan hanya satu kemenangan dalam tujuh laga liga terakhir.
Dalam semua kompetisi, Chelsea kalah enam kali dari sembilan pertandingan sejak awal Maret. Catatan ini kontras dengan stabilitas mereka sebelumnya.
Posisi The Blues di peringkat enam makin rawan. Jarak mereka lebih dekat ke papan tengah dibanding zona Liga Champions. Meski begitu, rekor kandang melawan MU cukup kuat. Chelsea hanya sekali kalah dalam 12 pertemuan liga terakhir di Stamford Bridge.
Baca juga : Formula 1, Hamilton Blak-blakan Nggak Suka Mobil 2025
Adapun MU baru saja tumbang 1-2 dari Leeds United. Hasil itu menjadi kekalahan kandang pertama di era Michael Carrick. Performa mereka juga mulai goyah dengan dua kekalahan dalam empat laga terakhir.
Sebelumnya, mereka hanya dua kali kalah dalam 22 pertandingan. Pertahanan menjadi titik lemah. MU hanya mencatat tiga clean sheet dalam 13 laga liga sejak pergantian tahun.
Namun, konsistensi mencetak gol tandang tetap terjaga. Mereka selalu mencetak gol dalam 14 laga tandang terakhir di Premier League. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.