Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton akhirnya buka suara terkait performa mobil Formula 1 musim 2025 yang dinilainya jauh dari harapan. Pebalap Scuderia Ferrari itu secara terbuka mengaku tidak nyaman dengan karakter mobil yang digunakannya sepanjang musim.
Musim debut Hamilton bersama Ferrari berlangsung sulit. Untuk pertama kalinya dalam karier panjangnya di Formula 1, ia gagal meraih satu pun podium di musim penuh, meski sempat mencuri kemenangan pada balapan sprint di Grand Prix China.
Hamilton menilai, konsep mobil dengan efek tanah yang digunakan saat ini tidak sesuai dengan gaya mengemudinya yang agresif. Ia dikenal sebagai pembalap yang mengandalkan pengereman terlambat dan akselerasi kuat saat keluar tikungan, karakter yang justru tidak didukung oleh mobil generasi sekarang.
“Mobil ini bukan tipe yang saya sukai. Gaya mengemudi saya berbeda dengan apa yang diminta mobil ini,” ujar Hamilton seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Baca juga : Ketua Ombudsman Ditangkap Kejagung
Mobil efek tanah cenderung mengharuskan pembalap mengerem lebih awal dan menjaga kecepatan secara halus saat melewati tikungan. Selain itu, kecenderungan understeer serta minimnya pergerakan bagian belakang mobil membuat Hamilton kesulitan menemukan ritme balap yang ideal.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi performanya, termasuk saat kualifikasi penutup musim di Las Vegas, di mana ia kehilangan daya saing dari para rivalnya.
Seperti diketahui, sepanjang musim 2025, Hamilton kesulitan menembus papan atas secara konsisten. Selain kemenangan di sprint race, ia lebih sering finis di posisi tengah dan gagal bersaing dalam perebutan podium maupun gelar juara dunia.
Minimnya hasil maksimal tersebut menjadi catatan kontras dibandingkan dominasinya di era sebelumnya bersama Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, di mana ia kerap menjadi langganan podium dan kandidat kuat juara dunia.
Baca juga : Indonesia Jadi Titik Terang Ekonomi Global
Meski demikian, Hamilton tetap menunjukkan konsistensi dalam meraih poin dan membantu Ferrari dalam persaingan konstruktor, walau belum mampu membawa tim kembali ke puncak performa.
Ia pun menilai, adaptasi terhadap mobil menjadi faktor utama yang mempengaruhi performanya musim ini.
Hamilton mulai melihat titik terang pada perubahan regulasi musim 2026. Ia menilai karakter mobil generasi baru akan lebih mendekati gaya balapnya, terutama dengan pendekatan aerodinamika yang disebut mirip dengan mobil Mercedes pada era kejayaannya.
Hamilton juga menyebut, jika dirinya memiliki waktu lebih lama untuk terlibat dalam pe ngembangan mobil Ferrari sebelumnya, hasil yang diraih mungkin bisa berbeda.
Baca juga : Garis Batas Diperbaharui, 173 Hektare Wilayah Malaysia Masuk NKRI
“Jika saya ikut mengembangkan mobil ini sejak awal, mungkin saya akan lebih nyaman. Tapi sekarang kami harus fokus ke depan,” katanya.
Dengan regulasi baru yang akan segera diterapkan, Hamilton berharap bisa kembali menemukan performa terbaiknya dan bersaing di barisan depan pada musim mendatang. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya