BREAKING NEWS
 

Piala Dunia 2026

Brazil vs Jepang, Samurai Biru Siap Jagal Tarian Samba

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 29 Juni 2026 08:34 WIB
Ilustrasi Jepang vs Brazil di 32 besar Piala Dunia 2026. (Gambar dibuat dengan Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang akan menghadapi Brazil di babak 32 besar Piala Dunia 2026, di NRG Stadium, Houston, Texas, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB. Di fase gugur ini, Tim Samurai Biru siap menjagal tarian Samba.

Perjalanan Jepang menuju babak 32 besar cukup mengesankan. Tim Samurai Biru ini melewati Grup F yang sangat kompetitif sebagai runner up tanpa kalah dengan torehan lima poin. Imbang 2-2 melawam Belanda, menang telak 4-0 atas Tunisia, dan imbang 1-1 atas Swedia.

Sementara, Brazil berhasil menjadi juara Grup C dengan tujuh poin. Selecao imbang 1-1 menghadapi Maroko, menang telak kontra Haiti 3-0, dan 3-0 atas Skotlandia.

Di atas kertas, Tim Samba memang lebih diunggulkan. Dari head to head lima pertandingan terakhir, tim besutan Carlo Ancelotti mendominasi skuad asuhan Hajime Moriyasu. Brazil menang tiga kali, Jepang menang satu kali, dan satu hasil imbang. Brazil mencetak 14 gol dalam lima pertandingan bertajuk persahabatan itu. Sedangkan Jepang mencetak enam gol.

Namun, pelatih Jepang Hajime Moriyasu tak gentar. Dia bahkan tak sabar menjagal Vincius Junior dkk. Moriyasu mengatakan, menjadi runner up grup tak terkalahkan dan hasil kemenangan 3-2 atas Brazil dalam laga persahabatan di Tokyo pada Oktober 2025 menjadi modal kepercayaan diri bagi anak asuhnya. Dia menegaskan, Jepang bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

"Di pertemuan terakhir, kami membuktikan kepada mereka kalau kami sulit dikalahkan. Kami menghormati Brazil sebagai tim papan atas dunia, namun kami sudah berkembang jauh. Kami menantikan laga menghadapi mereka. Kami mau membuktikan kekuatan kami," kata Moriyasu, seperti dilansir ESPN.

Baca juga : Keyakinan Jokowi, 2029 PSI Akan Masuk Senayan

Dia yakin, Jepang punya peluang yang sama dengan Brazil, 50 banding 50. "Ketika laga berlangsung, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Kami punya kesempatan menang, begitu juga Brazil," sebut dia.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menilai keberhasilan Jepang lolos ke babak gugur jadi kabar baik bagi perkembangan sepak bola Asia. Dia berharap, pencapaian Samurai Biru dapat mewakili ambisi Asia untuk terus bersaing di level tertinggi. "Itulah yang ingin kami capai sejak awal kompetisi ini," kata Moriyasu.

Penjaga Jepang Zion Suzuki juga pede dengan rekan-rekannya. "Kami membawa momentum tak terkalahkan ke pertandingan melawan Braszil," sebut penjaga gawang Parma tersebut, seperti dilansir laman resmi FIFA.

Dari pihak Brazil, Ryan Vitor sedikit berkelakar saat ditanya mengenai siapa pemain terbaik di Timnas Jepang. "Saya tak tahu siapa pemain terbaik mereka. Saya perlu menonton video mereka agar bisa menjawabnya," ujarnya, sembari tersenyum.

Namun demikian, Ryan tetap memuji kekuatan Jepang. "Kami tahu Jepang adalah tim kuat, dan kami bekerja keras untuk menampilkan yang terbaik dan mengalahkan mereka. ncelotti sering berbicara kepada kami meski kami merasa lelah dalam laga, tanggung jawab kami tetaplah menekan lawan," tuturnya.

Adsense

Sementara, legenda sepak bola Brasil Zico, mewanti-wanti negaranya agar tak meremehkan Jepang. Kata dia, Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif. Para pemainnya bermain ke Eropa, seperti halnya pemain Brasil dan Amerika Selatan.

Baca juga : Negara Lain Dilanda Gempa Dan Suhu Panas, Kita Harus Selalu Waspada Bencana

"Dari 26 pemain mereka di Piala Dunia, 23 di antaranya bermain di Eropa dan mereka bermain di Bundesliga, Serie A, maupun Premier League," kata Zico, seperti dikutip laman resmi FIFA.

Dia menambahkan, pertandingan nanti akan menjadi laga yang ketat. Sebab, Jepang telah meningkat jauh secara teknis dan kini memainkan sepak bola yang sesungguhnya.

"Saya akan mendukung Brazil. Bagaimanapun juga saya orang Brazil. Tetapi jika Jepang yang menang, biarlah begitu," kata pria yang punya julukan The White Pele itu.

Laga Brazil vs Jepang diprediksi berlangsung sengit dengan intensitas tinggi, mengingat kedua tim sama-sama memiliki gaya bermain cepat dan disiplin. Ketajaman lini depan Selecao dimotori Vinicius Junior dan Matheus Cunha. Keduanya diprediksi kembali jadi senjata utama. Namun, Tim Samba masih dipusingkan dengan kondisi Raphinha yang mengalami cedera hamstring. Jika pemain Barcelona itu absen, Ancelotti kemungkinan besar akan kembali memasang Ryan untuk mendampingi Vinicius.

Selain tajam di depan, lini belakang Brasil juga solid dengan catatan dua clean sheet beruntun. Duet Gabriel Magalhaes dan Marquinhos diprediksi bakal kembali diturunkan dalam laga krusial ini.

Di sisi Jepang, dihantui kutukan fase gugur. Mereka belum pernah memenangi pertandingan setelah fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia. Jepang tersingkir di 16 besar pada 2002, 2010, 2018, dan 2022.

Baca juga : Masih Saling Serang, Perdamaian AS-Iran Hanya Di Atas Kertas

Jepang juga memiliki kendala cedera. Takefusa Kubo diragukan tampil imbas masalah lutut. Bek tengah Ko Itakura juga diharapkan pulih tepat waktu setelah ditarik keluar saat melawan Swedia. Daizen Maeda diprediksi tetap menjadi ujung tombak, didukung Kaishu Sano di lini tengah untuk menjaga keseimbangan transisi.

Duel ini diprediksi akan berjalan ketat. Selecao diunggulkan berkat pertahanan kokoh yang baru kebobolan satu gol sepanjang fase grup. Mereka juga diunggulkan secara teknis dan sejarah.

Namun, kolektivitas Jepang dan efisiensi transisi cepat mereka berpotensi menjagal tarian Samba jika Brazil lengah di lini tengah. Laga ini akan ditentukan kemampuan Brazil membongkar blok rendah Jepang lewat kreativitas individu sayap mereka.

Untuk pengadil, FIFA resmi menunjuk wasit asal Italia Maurizio Mariani untuk memimpin pertandingan Brasil vs Jepang. Dilansir Football Italia, Mariani akan didampingi asisten wasit Daniele Bindoni dan Alberto Tegoni yang juga berasal dari Italia. Sedangkan wasit keempatnya berasal dari Swiss, Sandro Scharer.

Maurizio Mariani adalah satu-satunya wasit utama asal Italia yang bertugas di Piala Dunia 2026. Selain dia, ada juga Marco Di Bello yang bertugas sebagai petugas VAR. Mariani telah memimpin dua pertandingan fase grup Piala Dunia 2026, yakni saat laga Arab Saudi vs Uruguay serta Kolombia vs RD Kongo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense