Dark/Light Mode

Belajar Dari Kunker Ke Inggris

Kelola Sampah Modern, Perkuat Diplomasi Hijau

Senin, 29 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Jumhur Hidayat pada forum Accelerating Green Growth dalam rangka London Climate Action Week (LCAW) 2026 di London, Kamis (25/6). Foto: Dok. kemenlh
Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Jumhur Hidayat pada forum Accelerating Green Growth dalam rangka London Climate Action Week (LCAW) 2026 di London, Kamis (25/6). Foto: Dok. kemenlh

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memanfaatkan momentum London Climate Action Week 2026 untuk memperkuat diplomasi lingkungan, sekaligus mempelajari pengelolaan sampah modern.

Dari Inggris, Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Jumhur Hidayat membawa pengalaman baru tentang ekonomi sirkular, sekaligus dukungan internasional bagi komitmen Indonesia menghadapi krisis iklim.

Jumhur memanfaatkan kunjungan kerja (kunker) ke Inggris untuk memperkuat kerja sama lingkungan dan mempelajari sistem pengelolaan sampah modern.

Baca juga : Ciptakan 1,3 Juta Lapangan Kerja, Gerindra Tolak MBG Dihentikan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Jumhur juga bertemu Raja Charles III dan menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto. Raja Charles memberikan apresiasi terhadap komitmen Indonesia menjaga keanekaragaman hayati, serta menghadapi krisis iklim.

Selama berada di London, Jumhur meninjau fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management sebagai bagian dari upaya Pemerintah mempelajari praktik terbaik pengelolaan sampah modern. Kunjungan itu mendukung percepatan transformasi sistem persampahan nasional.

Termasuk penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih menerapkan sistem open dumping.

Baca juga : Akan Gelar Tes Urine Massal, PAN Sulteng Ingin Pastikan Pengurus Bebas Narkoba

Menurut Jumhur, fasilitas tersebut menunjukkan, sampah yang selama ini berakhir di TPA masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau sumber energi. Sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri daur ulang.

“Kesan saya melihat fasilitas ini adalah salah satu contoh praktik terbaik dalam reaktivasi dan optimalisasi MRF yang dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Daerah di Indonesia,” ujar Jumhur dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, Pemerintah tengah mempercepat revitalisasi berbagai MRF di Indonesia agar mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, sekaligus menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, dan mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Baca juga : InJourney Tancap Gas Satukan Hotel BUMN

Keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumber, baik di rumah tangga, kawasan permukiman, perkantoran, maupun pusat kegiatan masyarakat.

“Prinsip ini dapat diterapkan di Indonesia apabila diawali dengan pemilahan sampah yang baik. Peran industri daur ulang dan tanggung jawab produsen juga harus berjalan secara optimal,” katanya.

Pemerintah juga tengah memperkuat kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas pengelolaan kembali kemasan atau produk setelah digunakan masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.