BREAKING NEWS
 

Timnas Putri U-17: Dari Clairefontaine Prancis hingga Panggung Internasional

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 21 Agustus 2026 13:40 WIB
Para pemain Timnas U-17. (Foto : PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Putri Indonesia U-17 mendapat pengalaman berharga dalam proses pembinaan pemain muda, mulai dari menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine, Prancis, hingga tampil di Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya PSSI membangun jalur pembinaan sepak bola putri secara berkelanjutan, dengan memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk merasakan atmosfer latihan dan pertandingan di level internasional.

Sebelumnya, para pemain Timnas Putri Indonesia U-17 menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine melalui kolaborasi PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 3–9 Mei 2026. Kini, mereka kembali mendapat kesempatan menguji kemampuan di Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, 14–23 Agustus 2026.

Baca juga : Gagal di Piala AFF 2026: Please, Jangan Hujat Pelatih-Pemain!

Turnamen tersebut mempertemukan delapan tim dari tujuh negara Asia. Indonesia menurunkan dua wakil, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang ditangani Takumi Taniguchi.

Enam tim lainnya berasal dari Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi. Persaingan tersebut memberikan pengalaman bagi para pemain muda Indonesia untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Adsense

Srikandi Merdeka Cup merupakan kolaborasi PSSI dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Turnamen ini juga menjadi bagian dari jalur pembinaan berjenjang yang menghubungkan MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, hingga panggung internasional.

Baca juga : Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai pengalaman bertanding melawan negara-negara Asia sama pentingnya dengan hasil yang diperoleh di lapangan. Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pemain secara menyeluruh, mulai dari kemampuan teknis dan pemahaman taktik hingga pola hidup, sikap, mentalitas, serta kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.

"Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus mendorong pengembangan timnas putri, baik di usia muda dan level timnas tanpa membedakan dengan para pemain putra. Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Perwakilan pemain Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, menilai kesempatan tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap perkembangan sepak bola putri usia muda. Pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League itu menyebut pengalaman di Prancis dan Kudus saling melengkapi.

Baca juga : Malam Ini, Marc Klok Siap Mati-matian Menangkan Indonesia

“Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional. Setelah berlatih di Clairefontaine, sekarang kami bisa bertanding di Kudus melawan negara-negara Asia. Kami merasakan perhatian PSSI terhadap perkembangan pemain putri semakin besar. Pengalaman ini membuat kami ingin terus belajar, bekerja keras, dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia siap berkembang,” ujar Ayla.

Ayla menambahkan bahwa kesempatan bermain di level internasional membantu para pemain memahami tuntutan sepak bola dengan level persaingan yang lebih tinggi. Ia juga mengapresiasi proses pembinaan berjenjang yang mempertemukan pemain sejak kompetisi usia dini hingga mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense