RM.id Rakyat Merdeka - Francesco Bagnaia merasa dirinya dibiarkan terpuruk dalam beberapa seri terakhir. Pembalap Italia itu tidak diberi keleluasaan oleh Ducati untuk menentukan setingan Desmosedici GP26 tunggangannya.
Kekecewaan ini disampaikan dalam percakapan Bagnaia dengan pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, yang terekam dan disiarkan DAZN.
Di Giannantonio yang juga mengendarai Ducati GP26 menyarankan Bagnaia untuk mencoba setup yang lebih standar seperti yang digunakannya.
Namun, jawaban Bagnaia justru memunculkan tanda tanya. “Mereka tidak mengizinkan saya melakukannya,” kata Bagnaia seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Baca juga : RI Jajaki Pasokan Minyak Dari Nigeria Dan Angola
Bagnaia mengemukakan telah mencoba berbagai konfigurasi yang diberikan Ducati. Namun, tidak merasakan perbedaan.
“Saya sudah mencoba semua, termasuk menggunakan setingan ban depan tipe Soft atau Medium. Ban Soft bekas pakai di sesi pagi maupun ban baru untuk kualifikasi pun pernah saya coba. Rasanya sama saja, seperti saya menarik tuas kopling begitu mulai mengerem,” ujar Bagnaia.
Juara dunia MotoGP dua kali itu kesulitan melakukan pengereman saat memasuki tikungan dan menikung, dua aspek yang sebelumnya menjadi salah satu keunggulannya.
“Ini adalah nihil poin ketiga saya secara beruntun. Kami bekerja sangat keras dan tim saya melakukan segalanya agar saya nyaman, tapi sayangnya saya tidak bisa mengatasinya dan saya tidak mengerti kenapa,” katanya lagi.
Baca juga : Coretax Dan AI Jadi Pilar Reformasi Perpajakan
“Ada hal-hal yang sudah tidak bisa lagi saya lakukan, terutama pengereman saat masuk tikungan dan menikung,” tambahnya.
Seperti diketahui, performa Bagnaia musim ini memang kontras dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Bagnaia terakhir kali meraih kemenangan dalam balapan utama pada MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi. Setelah itu, hasil yang diraihnya jauh dari ekspektasi sebagai juara dunia dua kali.
Bagnaia juga kerap gagal menyelesaikan balapan. Hingga MotoGP San Marino, ia tercatat tujuh kali tidak finis, termasuk ketika mengalami kecelakaan dalam balapan utama di Misano.
Situasi tersebut semakin menarik karena Bagnaia sebelumnya sempat menemukan kembali performanya setelah menggunakan setup yang dipakainya pada awal musim di Aragon. Saat itu, ia mampu kembali bersaing memperebutkan podium.
Baca juga : Prilly Latuconsina, Murka WNA Bunuh Penyu Raja Ampat
Di tengah kesulitan tersebut, Bagnaia kini menatap seri berikutnya di Austria. Sirkuit tersebut secara historis memiliki karakter yang cocok dengan Ducati dan juga menjadi salah satu lintasan yang sesuai dengan gaya balapnya.
“Ini sirkuit yang bagus untuk Ducati dan salah satu yang terbaik untuk saya. Saya yakin ketika nyaman di atas motor, saya berhasil memenangkan balapan dengan selisih signifikan, tapi sekarang semuanya akan tergantung bagaimana perasaan saya saat kami tiba di sana,” pungkasnya.
Di sisi lain, bos Ducati David Tardozzi pernah menegaskan bahwa hubungan Bagnaia dengan tim masih dilandasi kepercayaan. Ducati juga terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan yang membuat Bagnaia kesulitan menemukan kembali performa terbaiknya.
Namun, pernyataan Bagnaia mengenai setup pun menambah sorotan terhadap situasi di garasi Ducati. Meski demikian, belum diketahui secara jelas setup seperti apa yang ingin dicoba Bagnaia serta alasan Ducati tidak mengizinkannya menggunakan konfigurasi tersebut. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.