RM.id Rakyat Merdeka - Kimi Antonelli berpeluang mengunci gelar juara dunia Formula 1 musim 2026 pada Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin, Texas, Minggu (25/10/2026).
Pembalap Mercedes itu memuncaki klasemen dengan selisih 102 poin atas rekan setimnya, George Russell, setelah finis ketiga pada GP Singapura, Minggu (18/10/2026) lalu.
Dengan enam seri tersisa, Antonelli bisa memastikan gelar juara dunia pertamanya pada kesempatan pertama. Jika berhasil, pembalap asal Italia tersebut juga akan mencatatkan sejarah sebagai juara F1 termuda pada usia 20 tahun.
Antonelli mampu mengoleksi keunggulan yang cukup besar setelah tampil konsisten sepanjang musim. Namun, ia tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan hasil balapan di Austin untuk memastikan gelar tidak lagi terkejar para pesaingnya.
Skenario paling sederhana bagi Antonelli adalah memenangi GP Amerika Serikat, sementara Russell finis di posisi kesembilan atau lebih rendah dan Lewis Hamilton berada di posisi kelima atau lebih rendah. Hasil tersebut akan membuat keunggulan Antonelli mencapai batas yang dibutuhkan untuk mengamankan gelar.
Baca juga : Banyak Anggota Kabinet Masuk RS
Secara matematis, masih ada 150 poin yang bisa diperebutkan dalam enam seri tersisa. Setelah GP Amerika Serikat, maksimal 125 poin masih tersedia. Karena itu, Antonelli harus meninggalkan Austin dengan keunggulan yang tidak mungkin lagi dikejar Russell.
Keuntungan Antonelli juga terletak pada jumlah kemenangan. Ia telah delapan kali finis sebagai pemenang musim ini, sedangkan Russell baru mengoleksi tiga kemenangan. Faktor tersebut dapat menjadi penentu apabila keduanya mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama.
Sebaliknya, jika Antonelli hanya finis di posisi kedua atau lebih rendah, gelar belum bisa dipastikan di Amerika Serikat. Persaingan akan berlanjut hingga GP Mexico City. Bahkan jika Russell hanya finis di posisi ke-10, Antonelli tetap harus memenangi balapan untuk mengunci gelar pada kesempatan pertama.
Peluang tersebut juga bergantung pada posisi finis Russell. Jika pembalap Inggris itu mampu menyelesaikan balapan di posisi kedelapan atau lebih baik, Antonelli tidak akan bisa memastikan gelar di Texas.
Meski demikian, Russell menghadapi potensi kendala teknis. Ia diperkirakan membutuhkan mesin baru lagi musim ini, yang berpotensi membuatnya terkena penalti posisi start karena melampaui kuota komponen unit daya yang diizinkan.
Baca juga : Kapolri: Hadiah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo
Mercedes juga tengah menyiapkan peningkatan mesin yang kemungkinan dapat digunakan pada GP Amerika Serikat. Jika pembaruan tersebut diterapkan dan kedua pembalap harus mengganti komponen yang melewati batas kuota, posisi start mereka berpotensi berubah dan memengaruhi persaingan gelar.
Selain Russell, sejumlah pembalap secara matematis masih berpeluang mengejar Antonelli. Mereka adalah Hamilton, Max Verstappen, Charles Leclerc, dan juara dunia bertahan Lando Norris. Namun, peluang para pesaing tersebut semakin tipis seiring keunggulan besar yang dimiliki pembalap muda Mercedes itu.
Norris, yang berada di posisi keenam klasemen, tertinggal 139 poin dari Antonelli. Dengan kondisi tersebut, peluang pembalap McLaren itu mempertahankan gelar juara dunia semakin kecil.
Dikutip dari Crash, kemarin, Antonelli sendiri mengaku terkejut ketika juara dunia 2009, Jenson Button, memberitahunya bahwa gelar juara dunia bisa dipastikan pada balapan berikutnya.
“Benarkah? Sungguh?” ujar Antonelli menanggapi kemungkinan tersebut. “Yah, sebaiknya kita tidak memikirkan hal itu dulu. Mari kita berusaha menjalani akhir pekan sebaik mungkin dan menuntaskan tugas ini.”
Baca juga : Semangatnya Cari Solusi, Bukan Saling Menyalahkan
Dalam konferensi pers setelah GP Singapura, Antonelli menegaskan dirinya tidak ingin mengubah pendekatan meski peluang meraih gelar semakin dekat. Ia memilih tetap berfokus pada performa dan hasil di lintasan.
“Saya tahu persaingannya sangat ketat, saya tahu peluang itu ada, tetapi saya hanya perlu memastikan untuk terus memberikan yang terbaik,” katanya.
Antonelli juga menilai penampilannya di Singapura belum maksimal. Ia berharap dapat memanfaatkan jeda sebelum GP Amerika Serikat untuk menyegarkan diri dan kembali tampil lebih baik. “Pola pikir saya tetap sama, yaitu turun ke lintasan untuk menang dan tampil sebaik mungkin,” ujarnya.
“Namun pada akhirnya, jika saya tidak menjalankan tugas dengan baik, maka hasilnya pun tidak akan tercapai. Jadi, untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, saya harus menunjukkan kinerja yang baik, sesederhana itu.”
Jika mampu mengunci gelar di Austin, Antonelli akan menjadi juara dunia dengan lima balapan tersisa. Pencapaian itu hanya terpaut satu seri dari rekor Michael Schumacher, yang memastikan gelar juara dunia pada musim 2002 dengan enam balapan tersisa. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.