BREAKING NEWS
 

Borneo FC Menang Tipis, Pelatih Soroti Buruknya Penyelesaian Akhir

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 28 Oktober 2026 10:41 WIB
Para pemain Borneo FC. (Foto : Ileague)

RM.id  Rakyat Merdeka - Borneo FC membawa pulang tiga poin dari markas PSS Sleman, tetapi kemenangan 2-1 pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 menyisakan pekerjaan rumah bagi pelatih Mauro Jeronimo.

Meski unggul jumlah pemain sejak babak pertama, Pesut Etam dinilai gagal memaksimalkan banyak peluang sehingga harus menghadapi tekanan hingga menit-menit akhir di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026).

Pelatih asal Spanyol itu menilai Borneo FC seharusnya bisa memastikan kemenangan lebih cepat. Persoalan utama terletak pada efektivitas penyelesaian akhir, bukan kemampuan tim membangun serangan.

Borneo FC tercatat melepaskan 14 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, PSS yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-43 justru mencatatkan 23 tembakan, termasuk tujuh yang tepat sasaran.

Baca juga : Loncar Minta Persija Tak Terlena, Fokus Hadapi Laga Berikutnya

“Pertandingan yang seru. Menurut saya, tim bermain dengan baik di babak pertama. Kami tampil apik. Saya tidak ingat persis angkanya, tetapi seharusnya kami bisa unggul setidaknya 3-0 sebelum jeda babak pertama. Kami menyia-nyiakan banyak peluang,” ujar Mauro.

Dia menyebut situasi serupa kembali terjadi pada babak kedua. Banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol membuat Borneo FC tidak mampu mengamankan kemenangan dengan lebih nyaman.

“Situasi yang sama kembali terjadi di babak kedua. Mungkin ini adalah salah satu pertandingan selama masa kepelatihan saya di mana kami menciptakan begitu banyak peluang,” katanya.

Adsense

Mauro mengingatkan para pemainnya bahwa efektivitas di depan gawang menjadi faktor penting, terutama ketika menghadapi lawan yang bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter.

Baca juga : PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik

“Dalam sepak bola, kita harus mencetak lebih banyak gol, apalagi Sleman adalah tim yang bagus dan bermain di kandang dengan dukungan suporternya,” imbuhnya.

Borneo FC mendapat keuntungan setelah bek PSS, Stefan Ashkovski, menerima kartu merah langsung pada menit ke-43. Namun, Mauro menegaskan keunggulan jumlah pemain tidak otomatis menjamin kemenangan.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu bahkan telah mengingatkan anak asuhnya bahwa pertandingan bisa berubah sewaktu-waktu, termasuk ketika salah satu tim harus bermain dengan pemain lebih sedikit.

“Meskipun Sleman mendapatkan kartu merah, kemenangan belum tentu terjamin. Dalam sepak bola, jalannya pertandingan bisa berubah drastis, bahkan ketika salah satu tim bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit,” jelasnya.

Baca juga : Pelatih Arema Ungkap Kunci Sukses Hajar Dewa United 4-0

Menurut Mauro, tekanan pada akhir laga seharusnya dapat dihindari jika Borneo FC mampu memanfaatkan peluang yang tersedia. Kegagalan mengunci kemenangan lebih awal justru memberikan kesempatan kepada PSS untuk terus memberikan perlawanan.

“Para pemain pun menyadari hal itu. Sejujurnya, kami tidak perlu bersusah payah di menit-menit akhir. Kami punya banyak kesempatan untuk mengunci kemenangan lebih awal, tetapi gagal memanfaatkannya. Begitulah sepak bola, jika tidak mencetak gol, justru memberi lawan kesempatan,” pungkasnya.

Meski demikian, kemenangan ini memastikan Borneo FC tetap membawa pulang poin penuh dari Sleman. Evaluasi penyelesaian akhir menjadi pekerjaan penting bagi Pesut Etam agar tidak kembali kehilangan kendali pertandingan meski berada dalam situasi yang menguntungkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense