Dark/Light Mode

PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik

Rabu, 28 Oktober 2026 05:20 WIB
PSS Sleman Vs Borneo FC Samarinda pada penutup pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026). (Foto : Ileague)
PSS Sleman Vs Borneo FC Samarinda pada penutup pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026). (Foto : Ileague)

RM.id  Rakyat Merdeka - PSS Sleman gagal mengamankan poin di kandang sendiri setelah takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda pada penutup pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027.

Bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026), Super Elang Jawa harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Stefan Ashkovski diganjar kartu merah pada menit ke-43.

Borneo FC membuka keunggulan melalui Rahmad Dandy pada menit ke-38. Tim tamu kemudian menggandakan skor lewat Hugo Samir pada menit ke-75. PSS sempat memperkecil ketertinggalan melalui Matheus Fornazari pada menit ke-85, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai kartu merah Ashkovski menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan. Menurutnya, kedua tim tampil cukup berimbang sebelum insiden tersebut membuat dinamika permainan berubah.

Baca juga : Pelatih Arema Ungkap Kunci Sukses Hajar Dewa United 4-0

“Kalau kita lihat pertandingan, menurut saya, kedua tim bermain cukup berimbang. Setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam pertandingan berubah,” kata Huistra dalam konferensi pers seusai laga.

Meski kehilangan satu pemain, PSS tetap berusaha memberikan perlawanan. Huistra mengapresiasi semangat para pemainnya yang tidak menyerah meski harus bermain dalam kondisi sulit.

Menurutnya, para pemain terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengambil risiko dan menciptakan peluang hingga pertandingan berakhir.

“Kita juga lihat bagaimana para pemain tidak menyerah begitu saja. Bahkan saat kami tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk terus memberikan perlawanan. Kami mencoba mengambil risiko, menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kami kalah 1-2,” ujarnya.

Baca juga : Lawan PSS, Borneo FC Punya Bekal Kemenangan di Asia

Pelatih asal Belanda itu menilai PSS sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang setidaknya satu poin. Namun, kartu merah membuat perjuangan timnya semakin berat.

“Memang sedikit kurang beruntung. Mestinya, setidaknya kami bisa meraih satu poin. Namun, kartu merah itu adalah hal besar dalam pertandingan ini,” tutur Huistra.

Di sisi lain, Huistra mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam organisasi pertahanan. Dia menilai PSS terlalu mudah memberikan ruang kepada pemain Borneo FC untuk membangun serangan pada awal pertandingan.

“Kita harus bertahan lebih baik. Kita harus lebih rapat dan harus mencegah lawan mendapatkan ruang untuk melakukan umpan silang dan melepaskan tembakan,” tegasnya.

Baca juga : Shin Tae-yong Ubah Peran Rizky Ridho di Persija, Kini Jadi Gelandang

Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi PSS dalam tiga pertandingan kandang yang telah dijalani musim ini. Super Elang Jawa baru mencatatkan satu kemenangan dan dua kekalahan di hadapan pendukung sendiri.

Tambahan nol poin juga membuat posisi PSS belum beranjak dari peringkat ke-15 klasemen sementara. Dari tujuh pertandingan, PSS baru mengoleksi empat poin hasil dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan.

Hasil tersebut menjadi peringatan bagi PSS untuk segera membenahi performa, khususnya di lini pertahanan, agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan BRI Super League 2026/2027.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.