Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rilis Poster, Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang 28 Januari 2027
Sabtu, 7 November 2026 19:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah cukup lama dinantikan, film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, judul bahasa Indonesia dari My Own Last Supper, merilis poster bioskop di Roemah Umara Bintaro, Jumat (6/11/2026). Di acara yang sama diumumkan jadwal penayangan film di seluruh Indonesia, yakni pada 28 Januari 2027.
Produser film, Nugroho Dewanto, mengatakan peluncuran poster bioskop tersebut menjadi awal dari rangkaian promosi yang akan berlangsung hingga hari penayangan. “Kami akan melakukan beberapa aktivasi acara dan pemutaran khusus di beberapa kota,” kata Nugroho.
Ia juga menyampaikan, film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang terpilih sebagai official selection Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Dengan demikian, film ini akan kembali ke kota tempat produksinya, Yogyakarta, pada 30 November 2026.
Baca juga : Ari Irham Rekam Lagu Sheila On 7 demi Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Acara rilis poster tersebut turut dihadiri sutradara Ismail Basbeth serta para pemain, yakni Ferry Salim, Nicholas Anderson, dan Jessy Davita. Jessy Davita dan Nicholas Anderson, yang merupakan pendatang baru, menceritakan proses audisi terbuka yang mereka ikuti hingga akhirnya mendapatkan peran dalam film tersebut.
Sementara, Ferry Salim, yang menjadi pemeran utama, menjelaskan karakter yang dimainkannya, yakni seorang duda tua yang kesepian. Ia berharap penonton film ini terdorong untuk lebih peduli kepada orang tua mereka.
“Semoga siapa pun yang menonton film ini, setelah pulang ke rumah bisa menelepon orang tua mereka untuk sekadar menanyakan kabar,” ujarnya.
Baca juga : Film Air Mata Mualaf Siap Rilis, Soroti Perjalanan Mencari Keyakinan
Sutradara Ismail Basbeth mengatakan, film ini tidak hanya ditujukan bagi keluarga Tionghoa, tetapi juga seluruh keluarga dari berbagai latar belakang ras. Menurut Ismail, empati dapat tumbuh ketika seseorang mau memahami perasaan dan pengalaman orang lain di balik perbedaan warna kulit, termasuk berbagai tantangan hidup yang dihadapi kelompok tersebut. Ia berharap film ini dapat mengajak masyarakat luas untuk merasakan empati tersebut.
Pada Juni lalu, Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang terpilih sebagai satu-satunya film dari kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam kompetisi film panjang live action di Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Film drama keluarga Tionghoa yang mengangkat trauma akibat kerusuhan 1998 ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji. Dijadwalkan tayang menjelang Imlek 2027, film ini diharapkan para produsennya dapat menghadirkan warna baru bagi dunia perfilman Tanah Air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya