Dark/Light Mode

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja: Sehat Bukan Hanya Tentang Fisik

Senin, 21 September 2026 16:19 WIB
Ilustrasi pentingnya menjaga kesehatan mental remaja (Gambar: Istimewa)
Ilustrasi pentingnya menjaga kesehatan mental remaja (Gambar: Istimewa)

Remaja sering dianggap sebagai kelompok usia yang penuh energi, aktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Namun, di balik aktivitas sehari-hari, tidak sedikit remaja yang menghadapi tekanan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Tuntutan sekolah atau kuliah, masalah pertemanan, keluarga, media sosial, hingga kekhawatiran terhadap masa depan dapat memengaruhi kondisi mental remaja. Karena itu, kesehatan mental menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian, sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 1 dari 7 remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami kondisi kesehatan mental. Kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku termasuk beberapa masalah kesehatan mental yang dapat dialami pada masa remaja. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental bukan sesuatu yang seharusnya dianggap sepele. Masa remaja merupakan periode ketika seseorang mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Pada tahap ini, remaja mulai membangun identitas diri dan menghadapi tuntutan yang semakin beragam.

Salah satu tekanan yang sering dirasakan remaja berasal dari bidang pendidikan. Keinginan mendapatkan nilai yang baik, menyelesaikan tugas, mengikuti berbagai kegiatan, hingga menentukan pilihan pendidikan dan karier dapat membuat sebagian remaja merasa terbebani. Selain itu, lingkungan pertemanan juga dapat memengaruhi kondisi mental. Konflik dengan teman, perundungan, keinginan untuk diterima dalam kelompok, atau rasa takut tertinggal dari orang lain dapat menimbulkan tekanan.

Baca juga : Faktor Manusia dalam Kerja

Penggunaan media sosial juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Berbagai unggahan mengenai pencapaian, penampilan, gaya hidup, maupun kehidupan orang lain dapat membuat seseorang tanpa sadar membandingkan dirinya sendiri. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara keseluruhan. Jika tidak digunakan secara bijak, media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang menambah tekanan pada remaja.

Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Remaja dapat belajar mengenali dan mengungkapkan perasaannya dengan cara yang sehat, memiliki waktu istirahat yang cukup, melakukan aktivitas yang disukai, serta menjaga hubungan dengan orang-orang yang memberikan dukungan positif.

Ketika menghadapi masalah, bercerita kepada orang yang dipercaya juga dapat menjadi langkah yang baik. Tidak semua masalah harus diselesaikan seorang diri. Apabila tekanan berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya atau tenaga profesional merupakan pilihan yang tepat.

Baca juga : Maag dan Kebiasaan Makan Tidak Teratur: Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, menjaga kesehatan mental remaja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu. Upaya promotif dan preventif juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental. Edukasi dapat dilakukan melalui sekolah, kampus, keluarga, media sosial, maupun kegiatan di lingkungan masyarakat. Lingkungan yang aman dan mendukung juga penting agar remaja tidak merasa takut untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi.

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Sudah saatnya kesehatan mental tidak dianggap sebagai sesuatu yang memalukan atau tanda kelemahan. Mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan kepada remaja merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Karena sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, tetapi juga tentang pikiran dan perasaan yang terjaga.

Artikel ini ditulis oleh Tara Anggraini, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fanny, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisya Luthfiah Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026h
IKM10 UINSU Stambuk 2026h
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.