Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bukan Hanya Fisik, Kesehatan Mental Remaja Juga Perlu Dijaga
Kamis, 17 September 2026 19:04 WIB
Masa remaja merupakan salah satu tahap penting dalam kehidupan seseorang. Pada masa ini, banyak perubahan terjadi, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Remaja mulai mengenal dirinya, membangun pertemanan, memikirkan cita-cita, serta menghadapi berbagai tuntutan dari lingkungan. Bagi mahasiswa, masa ini juga menjadi tahap penyesuaian dengan kehidupan perkuliahan yang memiliki tuntutan dan tanggung jawab baru.
Di tengah berbagai perubahan tersebut, kesehatan mental sering kali kurang mendapatkan perhatian. Banyak orang masih menganggap bahwa kesehatan hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Padahal, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Seseorang yang terlihat sehat secara fisik belum tentu sedang baik-baik saja secara emosional.
Menurut World Health Organization (WHO), sekitar satu dari tujuh anak dan remaja berusia 10–19 tahun mengalami kondisi kesehatan mental. Kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku termasuk beberapa masalah yang dapat dialami kelompok usia tersebut (WHO, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja bukanlah sesuatu yang seharusnya dianggap sepele.
Baca juga : Asap yang Tak Terlihat, Dampak yang Terasa
Kehidupan remaja tidak selalu mudah. Tekanan dapat datang dari keluarga, sekolah atau kampus, pertemanan, maupun lingkungan sosial. Tugas yang menumpuk, tuntutan nilai, masalah pertemanan, hingga kekhawatiran mengenai masa depan terkadang membuat remaja merasa lelah dan terbebani. Selain itu, media sosial juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun dapat digunakan untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi, kebiasaan membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain di media sosial dapat membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
WHO menyebutkan bahwa tekanan dari teman sebaya, masalah dalam hubungan, perundungan, kondisi keluarga, serta lingkungan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental remaja (WHO, 2025). Karena itu, remaja membutuhkan lingkungan yang aman dan mendukung, baik di rumah, sekolah, maupun kampus.
Perasaan remaja juga tidak seharusnya dianggap remeh. Kalimat seperti “kamu masih muda, masalahmu belum seberapa” dapat membuat seseorang merasa tidak didengarkan. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi masalah. Hal yang dianggap kecil oleh seseorang bisa saja terasa berat bagi orang lain. Oleh karena itu, mendengarkan tanpa menghakimi merupakan bentuk dukungan sederhana yang berarti.
Baca juga : Kesadaran Hidup Sehat Dimulai dari Diri Sendiri
Merasa sedih, kecewa, takut, atau lelah merupakan hal yang wajar. Namun, apabila perasaan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan sulit dihadapi sendiri, mencari bantuan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional merupakan langkah yang baik. Meminta bantuan bukan berarti lemah, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengatur waktu belajar, beristirahat, bersosialisasi, dan melakukan kegiatan yang disukai. Tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik, membangun hubungan yang sehat, serta belajar mengelola emosi juga dapat membantu menjaga kesehatan mental (WHO, 2024). Memiliki seseorang sebagai tempat bercerita juga penting. Teman, orang tua, saudara, dosen, atau orang lain yang dipercaya dapat menjadi tempat berbagi ketika menghadapi kesulitan. Hal sederhana tersebut dapat membantu remaja menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit fisik. Pikiran, emosi, dan hubungan sosial juga merupakan bagian dari kesehatan. Remaja adalah generasi yang akan berperan dalam masyarakat dan membangun masa depan. Karena itu, kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Baca juga : Diplomasi Kesehatan RI Berbuah Cuan
Sehat bukan hanya ketika tubuh tidak sakit, tetapi juga ketika kita mampu mengenali, menjaga, dan memperhatikan kesehatan diri secara menyeluruh.
Artikel ini ditulis oleh Viola Oca Rosiva, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU ST'26 F
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya