Dark/Light Mode

Lingkungan Bersih Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Jumat, 25 September 2026 22:26 WIB
Ilustrasi menjaga lingkungan agar tetap bersih (Gambar dibuat oleh AI)
Ilustrasi menjaga lingkungan agar tetap bersih (Gambar dibuat oleh AI)

Kebersihan lingkungan sering kali terabaikan oleh sebagian masyarakat. Padahal, jika lingkungan kotor, dapat memengaruhi kenyamanan bahkan kesehatan masyarakat. Sampah yang menumpuk, selokan yang tersumbat, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan masih dapat ditemukan di berbagai tempat. Masalah tersebut terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Lingkungan merupakan salah satu hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat beraktivitas di rumah, sekolah, kampus, tempat kerja, maupun ruang publik. Jika kebersihan lingkungan tidak dijaga, berbagai risiko kesehatan dapat muncul. Sampah yang menumpuk, misalnya, dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan serangga lainnya. Sementara itu, saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan genangan ketika hujan turun.

Kondisi lingkungan yang kurang bersih juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tertentu. Genangan air yang tidak segera ditangani dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang membawa penyakit. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya persoalan membuat lingkungan terlihat rapi, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk mencegah masalah kesehatan.

Baca juga : Hidup Tanpa Notifikasi: Mungkinkah?

Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap bahwa menjaga lingkungan sebagai tugas petugas kebersihan saja. Padahal, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Petugas memang memiliki peran penting dalam mengelola sampah dan menjaga fasilitas umum, tetapi masyarakat juga perlu ikut berperan. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke selokan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pencegahan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai hubungan antara kebersihan lingkungan dan kesehatan. Edukasi dapat dilakukan melalui kegiatan di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, maupun media sosial. Dengan informasi yang mudah dipahami, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui pentingnya kebersihan, tetapi juga mau menerapkannya.

Selain kebiasaan individu, fasilitas yang memadai juga diperlukan. Tempat sampah yang cukup, pengelolaan sampah yang baik, serta saluran air yang terawat dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan. Jika fasilitas tidak tersedia atau tidak terawat, masyarakat juga akan kesulitan untuk membangun kebiasaan yang baik.

Baca juga : Pocari Sweat, Benarkah Mampu Menggantikan Cairan Tubuh?

Lingkungan yang bersih tidak harus selalu dimulai dengan kegiatan besar. Hal kecil yang dilakukan secara rutin justru dapat memberikan dampak jika dilakukan bersama-sama. Membersihkan halaman, mengurangi sampah, menjaga saluran air, dan membuang sampah sesuai tempatnya merupakan beberapa contoh yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun lingkungan yang sehat membutuhkan kerja sama antara masyarakat dan berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat memiliki peran masing-masing. Tidak cukup hanya mengandalkan aturan jika tidak disertai kesadaran untuk menjalankannya.

Kebersihan lingkungan bukan hanya tentang bagaimana suatu tempat terlihat, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan tersebut dapat mendukung kesehatan masyarakat. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat. Karena itu, menjaga lingkungan sebaiknya tidak menunggu sampai muncul masalah, tetapi dimulai dari sekarang dan dari diri sendiri.

Baca juga : Melewatkan Sarapan: Kebiasaan Sepele yang Berdampak pada Kesehatan

Artikel ini ditulis oleh Nafisa Luthfi Azizah, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU ST'26 F
IKM10 UINSU ST'26 F
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.