Dark/Light Mode

Wisuda 1.005 Lulusan, PTIQ Jakarta Tekankan Pengabdian Dan Tantangan Zaman

Rabu, 23 September 2026 18:39 WIB
Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar saat memimpin prosesi wisuda 1.005 lulusan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Dok. PTIQ
Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar saat memimpin prosesi wisuda 1.005 lulusan di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Dok. PTIQ

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) Jakarta mewisuda 1.005 lulusan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor di The Krakatau Grand Ballroom, Jalan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Rektor Universitas PTIQ Jakarta Nasaruddin Umar mengatakan wisuda tersebut bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru para lulusan untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

Nasaruddin menyampaikan selamat kepada 1.005 wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan di Universitas PTIQ Jakarta. Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar statistik, karena di baliknya terdapat kisah perjuangan, harapan keluarga dan amanah keilmuan.

“Ini adalah hari bersejarah bagi saudara-saudara. Atas ketekunan belajar, doa orang tua, bimbingan para guru, dosen dan pertolongan Allah SWT. Angka 1.005 bukan hanya persoalan statistik. Di dalamnya ada 1.005 kisah perjuangan, 1.005 harapan keluarga, 1.005 amanah ilmu dan 1.005 calon penerang bagi masyarakat,” kata Nasaruddin.

Ia mengatakan, perjalanan para wisudawan hingga memperoleh gelar akademik tidak terlepas dari pengorbanan keluarga dan para pendidik. Di balik keberhasilan tersebut terdapat doa orang tua, kerja keras keluarga, serta kesabaran para dosen dan pembimbing.

“ada doa ibu yang tak pernah berhenti, ada kerja keras ayah yang tak kenal lelah dan tak selalu diceritakan, ada kesabaran keluarga dan keikhlasan para dosen dan pembimbing,” ujarnya.

Karena itu, Nasaruddin berpesan agar gelar akademik yang diperoleh para wisudawan tidak berhenti menjadi pencapaian pribadi. Ilmu yang dimiliki harus memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.

“Kita tidak ingin melahirkan lulusan yang hanya tajam akalnya, tapi kering hatinya. Kita tidak ingin menghasilkan sarjana yang tinggi ilmunya tetapi jauh dari masyarakat,” tegasnya.

Nasaruddin juga meminta para lulusan menjadikan ilmu dan gelar akademik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga : Menag: Dukungan BAZNAS Penting Perkuat Pendidikan Pesantren

“Jadikan ilmu dan gelar saudara sebagai jembatan pengabdian untuk masyarakat. Jangan sampai ilmu dan gelar saudara dijadikan sebagai tembok memisahkan saudara di masyarakat,” lanjutnya.

Selain pengabdian, Nasaruddin mengingatkan para lulusan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kemampuan memanfaatkan teknologi, membangun pergaulan dan jaringan internasional perlu dikembangkan tanpa meninggalkan identitas Al-Qur'an dan keindonesiaan.

“Bawalah nama baik PTIQ dimanapun Anda berada,” ucapnya.

Menurut Nasaruddin, kiprah alumni PTIQ selama ini telah tersebar di berbagai bidang dan wilayah. Para alumni turut berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional sekaligus membawa nama PTIQ di tengah masyarakat.

Ia berharap kiprah tersebut dapat dilanjutkan para lulusan baru. Terlebih, masyarakat masih membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan keagamaan dan dapat berperan langsung dalam kehidupan sosial.

Nasaruddin menyebut salah satu kebutuhan tersebut terlihat dari banyaknya masjid di Indonesia yang membutuhkan imam. Ia memperkirakan terdapat sekitar 800 ribu masjid di Indonesia.

“Ada 800 ribu masjid di Indonesia yang membutuhkan imam-imam terbaik. Dan sekolah imam yang terbaik saat ini belum ada yang bisa dikalahkan oleh PTIQ. Fakta membuktikan, seleksi imam saat ini masih didominasi alumni PTIQ. Lihatlah di masjid-masjid besar di perkotaan, khususnya Jakarta,” katanya.

Kebutuhan terhadap lulusan PTIQ, lanjut Nasaruddin, juga datang dari luar negeri. Ia menyebut sejumlah negara telah meminta alumni PTIQ untuk mengisi kebutuhan keagamaan di negaranya.

“Orang Arab juga minta alumni PTIQ 120 orang, Qatar 60, Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat juga minta,” ujarnya.

Baca juga : Menag: MTQ XXXI Miliki Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa sejumlah mahasiswa PTIQ mendapatkan kesempatan melanjutkan studi melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurut dia, terdapat kuota sekitar 500 mahasiswa per tahun untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Ia menyebut beberapa perguruan tinggi tujuan di antaranya Harvard University, University of Connecticut, University of California Riverside dan Al-Azhar.

Nasaruddin mengatakan, para mahasiswa PTIQ yang melanjutkan studi ke luar negeri juga tetap memiliki ruang untuk mengamalkan ilmu keagamaannya. Ketika berada di luar negeri dan memasuki bulan Ramadan, sejumlah mahasiswa bahkan diminta menjadi penceramah.

PTIQ Siapkan Program Studi Baru

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga meminta doa agar Universitas PTIQ Jakarta mendapat kemudahan dalam mengembangkan pendidikan dan membuka program studi baru.

Ia mengatakan PTIQ berencana membuka program studi kedokteran dan pertanian, selain program studi lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“PTIQ insyaallah akan membuka program studi kedokteran dan pertanian serta studi lainnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan pendidikan. Menurutnya, gelar akademik justru membawa amanah bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas.

“Hari ini adalah tonggak sejarah penting bagi saudara-saudara sekalian. Menuntaskan pendidikan di Universitas PTIQ bukan sekadar mendapatkan gelar akademik, tetapi juga mengemban amanah keilmuan untuk nantinya berkontribusi pada bangsa. Dan yang paling berat adalah berkontribusi untuk peradaban,” ujar Airlangga saat menyampaikan orasi ilmiah bertema “Aktualisasi Ekonomi Berkeadilan Berbasis Nilai Quran”.

Baca juga : Menag Harap MTQ 2026 Jadi Memomentum Living Quran

Airlangga menekankan pentingnya nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan, termasuk dalam membangun ekonomi yang berkeadilan. Karena itu, lulusan PTIQ diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai keilmuan dalam kehidupan dan pembangunan bangsa.

Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Al-Qur'an Pontjo Sutowo juga berpesan agar para wisudawan terus mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Menurut Pontjo, ilmu pengetahuan merupakan bagian penting dalam membentuk kehidupan dan membangun peradaban. Karena itu, para lulusan diharapkan dapat hadir dan memberikan manfaat di berbagai lapisan masyarakat.

“Kedudukan ilmu adalah cahaya kehidupan, dan Al-Qur'an itu menuntun ke arah bagian abadi. Karena itu, baktimu di masyarakat sudah sangat dinantikan. Apakah itu di perkampungan, pedesaan dan perkotaan. Apakah itu masyarakat tradisional, maju ataupun modern. Hendaknya ilmu yang kalian raih bisa diperankan seperti dian (lampu), yang tidak kenal padam dan menerangi sepanjang kehidupan,” kata Pontjo.

Ia mengatakan ilmu yang diperoleh para wisudawan dari dosen dan pembimbing harus terus dikembangkan. Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu kunci bagi bangsa Indonesia untuk terus bergerak menuju kemajuan dan peradaban.

“Tumbuh kembang suatu peradaban manusia ditentukan oleh ilmu yang benar. Kecintaan pada ilmu pengetahuan, di samping itu juga pengamalan pada ilmu-ilmu tersebut yang dituangkan dalam kehidupan sehari-hari dan diiringi oleh akhlak dan kemuliaan,” ujar Pontjo.

Dengan bekal pendidikan, nilai keagamaan dan pengalaman akademik yang diperoleh selama di PTIQ, para wisudawan diharapkan dapat melanjutkan kiprahnya di tengah masyarakat. Gelar yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi amanah untuk memberikan manfaat bagi lingkungan, bangsa dan negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.