Dark/Light Mode

Dany Amrul Ichdan Beri Pesan Untuk Wisudawan UI: Kuasai Ilmu Dan Kolaborasi

Senin, 24 Agustus 2026 14:26 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi ekonomi, dan perubahan sosial membuat tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Memasuki dunia profesional, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh penguasaan satu bidang, tetapi juga kemampuan menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan berbagai perspektif untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat.

Kebutuhan mempertemukan dunia akademik dengan realitas profesional tersebut menjadi salah satu semangat dalam Upacara Wisuda Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. UI menghadirkan praktisi korporasi yang juga Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, sebagai pembicara dalam Graduation Speech di Balairung UI, Depok, Sabtu (22/8/2026).

Berbekal pengalaman di bidang kepemimpinan, transformasi bisnis, dan pengelolaan organisasi, Dany membagikan perspektif mengenai bagaimana ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi modal untuk menjawab berbagai persoalan nyata.

Baca juga : Menko Airlangga: Hilirisasi Dan Industrialisasi Kunci Indonesia Naik Kelas

Menurut Dany, tantangan bagi para lulusan justru dimulai setelah mereka meninggalkan bangku kuliah, ketika harus mampu menghubungkan berbagai kompetensi untuk menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

Pesan tersebut dinilai relevan bagi para wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Psikologi. Sebab, dunia nyata tidak bekerja berdasarkan sekat-sekat antarbidang keilmuan.

“Masa depan tidak dibangun oleh satu disiplin ilmu saja, tetapi dari keberanian untuk mempertemukan berbagai keahlian. Ketika kedokteran dan kesehatan masyarakat bertemu dengan teknologi, psikologi, serta perspektif sosial dan kebijakan, kita membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih utuh, bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi menciptakan kemungkinan baru dan kemajuan bagi Indonesia,” ujar Dany.

Baca juga : Dany Amrul Beber Resep Hilirisasi, Dongkrak Ekonomi 8 Persen

Ia mengatakan, kedalaman kompetensi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkolaborasi. Ketika keahlian dari berbagai disiplin ilmu dipertemukan, pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi, kemudian menjadi produk atau solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Untuk membangun kapasitas tersebut, Dany membagikan tiga bekal kepada para lulusan, yakni distinctive, adaptive, dan inclusive.

Distinctive berarti mengenali kekuatan dan perspektif unik yang dimiliki. Sementara adaptive menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar dalam menghadapi perubahan. Adapun inclusive berarti terbuka untuk bekerja bersama orang-orang dengan keahlian dan sudut pandang yang berbeda.

Baca juga : MIND ID Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Aksi Nyata

Ketiga karakter tersebut, kata Dany, perlu diperkuat dengan prinsip Power of Belief, Power of Commitment, dan Power of Legacy.

Prinsip tersebut mencakup keberanian untuk terus melangkah, konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab, serta kesadaran bahwa perjalanan profesional pada akhirnya bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, melainkan juga dampak yang ditinggalkan.

“Indonesia memiliki talenta-talenta unggul dari berbagai bidang. Ketika keunggulan tersebut saling terhubung, berkolaborasi, dan diwujudkan menjadi karya nyata, kita memiliki kekuatan besar untuk menciptakan lebih banyak solusi, memperluas manfaat, dan bersama-sama membawa Indonesia semakin maju,” pungkas Dany.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.