Dark/Light Mode

Dampak Paparan Sinar UV dan Panas Terik bagi Kesehatan Tubuh

Minggu, 4 Oktober 2026 13:28 WIB
Ilustrasi paparan sinar UV dan panas terik pada tubuh. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi paparan sinar UV dan panas terik pada tubuh. (Gambar dibuat dengan AI)

Indonesia merupakan negara yang mendapatkan paparan sinar matahari cukup tinggi sepanjang tahun. Kondisi tersebut membuat masyarakat sering melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan, seperti pergi ke kampus, bekerja, berolahraga, maupun melakukan perjalanan. 

Sinar matahari memiliki manfaat bagi tubuh, salah satunya membantu pembentukan vitamin D. Namun, paparan panas dan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan apabila tidak disertai perlindungan yang tepat (World Health Organization, 2023).

Suhu lingkungan yang tinggi dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk mempertahankan suhu tubuh. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, seseorang dapat mengalami dehidrasi. Kondisi panas juga berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan akibat panas.

Baca juga : Peran Keluarga dalam Kesehatan Ibu dan Anak

Sebuah systematic review dan meta-analysis menemukan bahwa peningkatan suhu berkaitan dengan meningkatnya kejadian penyakit akibat panas dan kematian terkait panas (Wang et al., 2022). Oleh karena itu, menjaga asupan cairan dan mengurangi paparan panas berlebihan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Paparan sinar UV yang berlebihan juga dapat memberikan dampak pada kulit. Sinar UV merupakan salah satu faktor penting yang berhubungan dengan terjadinya kanker kulit. Analisis sistematis WHO dan International Labour Organization menunjukkan adanya beban penyakit kanker kulit non-melanoma yang berkaitan dengan paparan radiasi UV matahari akibat pekerjaan di luar ruangan (Pega et al., 2023). Hal tersebut menunjukkan bahwa orang yang sering bekerja atau beraktivitas di bawah sinar matahari perlu memperhatikan perlindungan terhadap kulit.

Selain kulit, paparan UV juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Penelitian menunjukkan bahwa paparan UV dalam jangka panjang berhubungan dengan perubahan dan kerusakan pada jaringan mata serta dapat berperan dalam perkembangan katarak (MacFarlane et al., 2024). Oleh karena itu, perlindungan mata juga perlu diperhatikan ketika seseorang berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama.

Baca juga : Ketika Sampah Jadi Ancaman

Mahasiswa, pelajar, pekerja lapangan, pedagang, dan orang yang sering berolahraga di luar ruangan merupakan kelompok yang perlu lebih memperhatikan paparan panas dan UV. Lama aktivitas di luar ruangan, kondisi cuaca, serta kurangnya perlindungan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kajian mengenai dampak panas di kawasan Western Pacific juga menunjukkan adanya bukti mengenai hubungan suhu tinggi dengan dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat panas (Li et al., 2024).

Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti minum air yang cukup, menggunakan pakaian yang melindungi kulit, memakai penutup kepala, menggunakan tabir surya, serta melindungi mata ketika berada di luar ruangan. Aktivitas berat sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan diselingi waktu istirahat di tempat yang teduh.

Mahasiswa kesehatan masyarakat dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlindungan dari panas dan sinar UV. Edukasi melalui media sosial, lingkungan kampus, dan kegiatan promosi kesehatan dapat membantu masyarakat memahami risiko serta menerapkan perilaku perlindungan diri. Dengan pengetahuan dan kebiasaan yang tepat, masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas di luar ruangan sambil mengurangi risiko kesehatan akibat paparan panas dan sinar UV.

Baca juga : Peran Keluarga dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak

Artikel ini ditulis oleh Putri Febriani, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026g
IKM10 UINSU Stambuk 2026g
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.