Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Abak Academy Dorong Lahirnya Peneliti Muda Melalui KREASI 2026
Selasa, 20 Oktober 2026 12:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Abak Academy mendorong lahirnya generasi peneliti muda Indonesia melalui Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang resmi ditutup di Yogyakarta, Senin (19/10/2026).
Direktur Abak Academy sekaligus inisiator KREASI, Munasprianto Ramli, Ph.D., mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan melahirkan juara, tetapi juga membangun ekosistem penelitian yang mendorong siswa mengenal budaya riset sejak dini.
"Kami melihat kualitas penelitian remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi perkembangan yang sangat menggembirakan bagi masa depan penelitian Indonesia," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 1.000 siswa mengirimkan proposal penelitian dan sebanyak 350 siswa berhasil melaju ke babak final setelah melalui proses seleksi dan pembinaan.
Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman merumuskan masalah, menyusun metodologi, mengembangkan gagasan berbasis bukti, serta mempresentasikan hasil penelitian secara ilmiah melalui pendampingan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan akademisi perguruan tinggi.
Baca juga : Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI
Dalam penutupan KREASI 2026, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru Prof. Maila Dinia Husni Rahiem mengajak para peserta untuk terus menghasilkan karya penelitian meskipun kompetisi telah berakhir.
Menurut dia, kemajuan bangsa membutuhkan kontribusi ilmu pengetahuan, temuan penelitian, dan inovasi yang dikembangkan oleh anak bangsa sendiri.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya penelitian sejak usia sekolah dengan mendorong siswa berani mengajukan pertanyaan, mencari bukti, dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
Sementara itu, Profesor Penelitian Pendidikan Empiris (Empirical Educational Research) dari Leibniz Universität Hannover, Jerman, Prof. Dr. Lysann Zander, mengajak para peneliti muda untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan terus mengembangkan gagasan penelitian.
Ia mengatakan kolaborasi dan jejaring dengan sesama peneliti, pembimbing, serta akademisi merupakan bagian penting dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi.
Baca juga : Top Skorer KOSSMI 2026 Raih EduTrip Singapura–Malaysia
Lysann juga mendorong para peserta untuk melanjutkan penelitian setelah kembali ke sekolah dan madrasah masing-masing dengan mengeksplorasi pertanyaan baru serta mengembangkan ide berdasarkan persoalan di lingkungan sekitar.
Munasprianto menyampaikan apresiasi kepada guru pembimbing, sekolah, madrasah, dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan KREASI 2026.
Menurut dia, di balik setiap proposal dan karya penelitian terdapat proses panjang, ketekunan, serta dukungan guru yang berperan penting dalam membimbing para peneliti muda.
Melalui KREASI, Abak Academy berupaya mempertemukan siswa, guru pembimbing, peneliti, dan akademisi agar peserta memperoleh pengalaman penelitian yang lebih bermakna.
KREASI 2026 mendapat dukungan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) serta Pusat Riset Kependudukan BRIN. Dewan juri melibatkan peneliti BRIN, dosen FMIPA UGM, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Baca juga : Pelajar RI Juara Umum Olimpiade Internasional STEMCO SAINS 2026 di Singapura
Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Dr. Ali Yansyah Abdur Rahim turut menegaskan pentingnya mempersiapkan regenerasi peneliti sejak dini untuk mendukung pembangunan bangsa.
Abak Academy berharap semakin banyak sekolah dan madrasah memberikan ruang bagi siswa untuk meneliti, bereksperimen, dan mengembangkan inovasi. Dukungan guru, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta jejaring akademik internasional diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan budaya riset di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya