Dark/Light Mode

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

Minggu, 1 November 2026 11:50 WIB
Foto: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Foto: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Prestasi dalam kompetisi riset tidak boleh berhenti pada perolehan medali. Hasil penelitian mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) didorong untuk terus dikembangkan agar menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3-7 November 2026. Ajang ini akan mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan terhadap hasil penelitian mahasiswa setelah kompetisi berakhir.

“Medali merupakan pengakuan atas capaian mahasiswa. Tugas perguruan tinggi berikutnya adalah melihat karya mana yang layak dikembangkan, pengujian apa yang masih diperlukan, dan dukungan apa yang dibutuhkan agar penelitian itu terus bergerak,” ujar Sahiron.

Menurutnya, kemampuan PTKIN dalam bidang sains dan teknologi akan semakin kuat apabila penelitian yang dihasilkan mampu menjawab persoalan masyarakat.

Baca juga : Top 10 Kampus RI dengan Kualitas Riset Terbaik Versi THE WUR 2027

Sejumlah bidang seperti kesehatan, pangan, energi, dan lingkungan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat.

“Keunggulan kampus Islam harus terasa dalam mutu ilmu dan manfaatnya. Kita ingin mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Sejalan dengan tujuan tersebut, OASE III menghadirkan sejumlah cabang kompetisi riset yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di antaranya nanoteknologi dan kesehatan, teknologi produk halal dan ketahanan pangan, pengelolaan limbah dan lingkungan hidup, serta konservasi energi untuk kampus hijau.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menjelaskan bahwa hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi untuk memetakan penelitian mahasiswa yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Baca juga : Dua PTKIN Tembus 10 Besar Universitas Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

“Setiap karya membutuhkan tindak lanjut yang sesuai. Ada yang perlu memperkuat data, mengulang pengujian, menyempurnakan prototipe, atau mencari mitra penelitian. Pendampingan harus mengikuti kebutuhan ilmiahnya,” kata Sahiron.

Ia mengingatkan bahwa karya yang berhasil memenangkan kompetisi belum otomatis siap diterapkan di masyarakat.

Terutama untuk penelitian di bidang kesehatan dan pangan, aspek manfaat, keamanan, serta kesesuaian penggunaannya harus dibuktikan melalui tahapan pengujian yang relevan.

Karena itu, pertemuan antarkampus dalam OASE III dinilai memiliki arti strategis. Mahasiswa berkesempatan memperoleh masukan, dosen dapat mengidentifikasi peluang penelitian bersama, sementara perguruan tinggi bisa menjajaki pemanfaatan keahlian dan fasilitas secara kolaboratif.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, sebelumnya juga menekankan orientasi tersebut dalam rapat koordinasi persiapan OASE III.

Baca juga : PTKIN Raih Prestasi di UI GreenMetric 2026, UIN RIL Masuk 10 Besar

“Ini bukan sekadar lomba, melainkan bagaimana langkah dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” tegasnya.

Untuk memperluas peluang kolaborasi, penyelenggara juga menghadirkan ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Ekspo tersebut direncanakan dibuka pada 4 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan OASE III.

“Melalui ekspo, kampus dapat mengenali potensi penelitian satu sama lain. Interaksi mahasiswa dan dosen diharapkan menghasilkan masukan yang konkret serta peluang kerja sama setelah kegiatan selesai,” ujar Zaki.

Melalui OASE III, Kementerian Agama berharap prestasi mahasiswa dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kualitas riset di lingkungan PTKIN.

Penghargaan dari kompetisi menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian, sedangkan tindak lanjut penelitian menentukan sejauh mana gagasan mahasiswa dapat berkembang menjadi pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.