Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenag Luncurkan PMB PTKIN 2026, 36 Kampus Unggul Ramah Difabel
Senin, 22 Desember 2025 16:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. PMB PTKIN 2026 mengusung tema “Pendidikan Islam Ramah Difabel”, sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa PTKIN di Indonesia harus berlomba menjadi institusi yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai agama dalam akses pendidikan.
Baca juga : Kemenkop dan Pertamina Luncurkan Percontohan PLTS Bagi Koperasi Nelayan Di Batam
“Tahun 2026 ini, kita mempertegas bahwa tidak boleh ada calon mahasiswa yang terhambat mimpinya karena keterbatasan fisik. Semangat inklusivitas ini merupakan manifestasi nilai-nilai Islam yang memanusiakan manusia,” ujar Prof. Nasaruddin Umar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. Amien Suyitno menyampaikan bahwa PMB PTKIN 2026 merupakan hasil transformasi sistem SPAN dan UM-PTKIN yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan calon mahasiswa berkebutuhan khusus sejak tahap awal pendaftaran.
“Kami melakukan transformasi melalui pengenalan sistem pemetaan disabilitas dan rekomendasi peminatan. Tujuannya agar kampus dapat menyiapkan skema pendampingan yang tepat sejak dini sehingga mahasiswa difabel dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal,” jelas Prof. Suyitno.
Baca juga : Rumus UMP Sudah Ideal
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Phil. Sahiron berharap berbagai inovasi yang dilakukan Panitia Nasional PMB PTKIN mampu menjaring calon mahasiswa yang berkualitas.
“Semoga PMB PTKIN 2026 dapat menghasilkan calon mahasiswa yang benar-benar berkualitas, sehingga proses transfer ilmu berjalan optimal dan memberi manfaat bagi diri mereka, keluarga, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Berdasarkan data Panitia Nasional PMB PTKIN dan rilis sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN) tahun akademik 2024/2025, tren program studi favorit masih didominasi bidang Pendidikan, Ekonomi Syariah, dan Psikologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) secara konsisten menjadi program studi dengan jumlah pendaftar terbanyak di hampir seluruh jalur seleksi, baik SPAN-PTKIN maupun UM-PTKIN.
Baca juga : Kemenag Tetapkan Guwa Lor sebagai Kampung Zakat, Air Bersih Jadi Fondasi
PMB PTKIN 2026 juga memiliki daya tarik tersendiri. Dari total 59 institusi PTKIN, sebanyak 36 kampus telah meraih akreditasi Unggul, atau lebih dari 60 persen, yang mencerminkan standar mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam yang kompetitif secara nasional.
PMB PTKIN 2026 terbagi ke dalam dua jalur utama, yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk (UM-PTKIN). Jalur UM-PTKIN menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang telah diperbarui dengan fitur aksesibilitas bagi peserta disabilitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya