Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Didukung Jamkrindo, Mahasiswa Tangsel Diajak Sulap AI Jadi Peluang Bisnis
Senin, 2 November 2026 15:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) tak hanya mengubah dunia kerja, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk membangun bisnis.
Mahasiswa pun didorong tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, dan membangun kemandirian ekonomi.
Semangat tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk "Generasi Muda Membangun Bisnis di Era Digital" yang digelar di Teras Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang didukung PT Jamkrindo itu diikuti sekitar 100 peserta, khususnya mahasiswa, sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan mengenai peluang kewirausahaan di tengah transformasi digital.
Sekretaris Jenderal Inovasi Muda Indonesia Deni Irawan mengatakan, generasi muda perlu mengubah cara pandang terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, perubahan yang terjadi bukan semata tantangan, melainkan juga titik awal lahirnya berbagai peluang usaha baru.
Baca juga : Bank Saqu Dorong Pertumbuhan Generasi Solopreneur
"Kegiatan ini mengajak mahasiswa melihat perubahan teknologi sebagai sumber masalah, kebutuhan, dan peluang yang bisa diterjemahkan dalam usaha yang tidak harus dimulai dari yang besar," ungkap Deni di hadapan peserta.
Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan tiga pembicara yang membahas kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja, disrupsi industri kreatif, hingga strategi membangun bisnis dengan memanfaatkan teknologi AI. Ma'ruf Mutaqin dari Tim Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan penguasaan keterampilan baru di tengah perubahan dunia kerja.
Menurutnya, otomatisasi memang berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan konvensional. Namun, perkembangan teknologi juga membuka peluang munculnya berbagai profesi baru yang membutuhkan keterampilan berbeda.
"Otomatisasi memang akan menggantikan beberapa jenis pekerjaan konvensional, namun ia juga membuka ribuan profesi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kuncinya adalah Future of Work Literacy—kita harus cepat beradaptasi dan terus memperbarui keterampilan agar tetap relevan," jelas Ma'ruf.
Sementara itu, Deni Irawan mengajak mahasiswa menjadikan disrupsi teknologi sebagai momentum untuk mengembangkan kreativitas dan membangun kemandirian ekonomi.
"Dunia kerja saat ini sedang bertransformasi besar-besaran. Bagi generasi muda, disrupsi ini jangan dilihat sebagai hambatan, melainkan peluang emas untuk melahirkan inovasi dan membangun kewirausahaan berbasis kreativitas yang mandiri," ujar Deni.
Baca juga : Menengs dan Katabroto Dorong Buka Peluang Baru UMKM Lewat Affiliate Marketing
Melengkapi pembahasan tersebut, Founder Karir Anak, Faizal Kamal, membagikan strategi praktis merintis usaha digital dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial.
"Di era kecerdasan artifisial ini, modal utama bukan lagi hal yang mustahil. Siapa pun bisa merintis bisnis digital dari nol asalkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu produksi dan analisis pasar yang efisien," tutur Faizal.
Menurutnya, teknologi AI dapat membantu generasi muda mengembangkan gagasan bisnis, memproduksi konten, melakukan riset pasar, hingga menyusun strategi pemasaran secara lebih efisien.
Seminar tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa yang hadir. Mereka menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya literasi digital dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.
"Kegiatan ini jadi semacam oase di tengah perkembangan teknologi AI yang sangat cepat. Anak muda seperti mahasiswa perlu memperkuat literasi dan skill," ujar Samsul Bahri, salah satu perwakilan mahasiswa.
Senada dengan Samsul, Nadia Rahmah, perwakilan mahasiswa lainnya, menilai generasi muda sebenarnya telah memiliki modal dasar untuk berwirausaha, terutama kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Baca juga : ONE ASIA GOLF CUP 2026: Dari Lapangan Golf Buka Jalan Kolaborasi Bisnis
Namun, menurutnya, kemampuan tersebut perlu terus diperkuat melalui peningkatan keterampilan atau reskilling agar generasi muda mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Melalui seminar ini, mahasiswa diajak memahami bahwa perkembangan teknologi bukan semata-mata tantangan bagi masa depan pekerjaan, melainkan juga peluang untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun usaha secara mandiri.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan digital di kalangan mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi dan peluang bisnis baru di era digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya