Dark/Light Mode

Jadi Investasi Menggiurkan, Bisnis Emas BSI Tumbuh 110 Persen

Jumat, 1 Agustus 2025 20:07 WIB
Bisnis emas di BSI terus meningkat. (Foto: Dok. BSI)
Bisnis emas di BSI terus meningkat. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) optimalisasi monetisasi potensi emas logam mulia di Tanah Air, sebagai upaya mendorong percepatan ekonomi nasional.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, perseroan senantiasa tunduk pada regulasi dan peraturan perundang-undangan dan mendukung setiap upaya yang dilakukan otoritas dan regulator, dalam memperkuat dan mendorong kemajuan sektor keuangan nasional.

“Sejalan dengan ditetapkannya perseroan sebagai bank emas, BSI mendorong bisnis emas melalui cicil emas, gadai emas dan pembelian Emas melalui Byond by BSI,” ujar Anton di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Baca juga : Meroket, Harga Emas Antam Tembus Rp 1.918.000 Per Gram

BSI turut mendorong investasi emas bukan sekadar menabung logam mulia, melainkan bagian dari strategi pengelolaan keuangan sesuai syariah yang lebih luas.

Anton mengatakan, di tengah kondisi yang menantang, emas menjadi salah satu instrumen investasi keuangan safe heaven bagi masyarakat.

Saat ini, memiliki berbagai pilihan mulai dari cicil emas, gadai emas dan pembelian emas melalui Byond by BSI.

Baca juga : Realisasi Investasi Triwulan II 2025 Tembus Rp 477,7 T, Serap 665.764 Tenaker

“BSI mendorong investasi emas bukan sekadar menabung logam mulia, melainkan bagian dari strategi pengelolaan keuangan sesuai syariah yang lebih luas," ujarnya.

Terkait dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan No 51 dan No 52 tahun 2025 yang mengatur PPh Pasal 22, BSI mendukung bahwa pemberlakuan PPh Pasal 22 ini akan semakin mendorong pertumbuhan bisnis bullion, yaitu transaksi nasabah membeli emas di BSI tidak dikenakan pajak alias nol persen.

Pertumbuhan bisnis emas di BSI menunjukkan hasil yang positif, khususnya untuk produk BSI Emas. Hingga Juni 2025, saldo BSI Emas dalam gramase tumbuh 110 persen year to date (ytd) dengan volume mencapai 1 ton.

Baca juga : Menteri Maman Harap Kewajiban Porsi Belanja K/L Bisa Di Atas 40 Persen

Hal ini juga mendorong animo masyarakat untuk melakukan transaksi pembelian Emas di BSI melalui BYOND. Tercatat, jumlah transaksi pembelian meningkat 191 persen secara ytd.

“Kami optimis, tren bisnis bulion akan semakin meningkat tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan yang positif di akhir tahun,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.