Dark/Light Mode

PAMA dan Yayasan Astra Buka LPB ke-11 untuk Kembangkan UMKM Berau

Jumat, 24 Oktober 2025 22:47 WIB
Direktur PAMA Abdul Nasir Maksum (tengah) memukul gong saat meresmikan LPB PAMA Bakat Batiwakkal. Hadir Sekretaris Pengurus Yayasan Astra Ema Poedjiwati (dua kanan) Bendahara Pengurus Yayasan Astra Agung K. Sampurno (kiri), General Manager Operation Support and Relation PT Berau Coal Cahyo Andrianto (kedua kiri), serta Social Responsibility General Service Division Head PAMA, Th. Puguh Sasetyo (kanan). (Foto: Dok. PAMA)
Direktur PAMA Abdul Nasir Maksum (tengah) memukul gong saat meresmikan LPB PAMA Bakat Batiwakkal. Hadir Sekretaris Pengurus Yayasan Astra Ema Poedjiwati (dua kanan) Bendahara Pengurus Yayasan Astra Agung K. Sampurno (kiri), General Manager Operation Support and Relation PT Berau Coal Cahyo Andrianto (kedua kiri), serta Social Responsibility General Service Division Head PAMA, Th. Puguh Sasetyo (kanan). (Foto: Dok. PAMA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komitmen Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa kembali ditegaskan lewat kolaborasi antara PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Keduanya meresmikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Bakat Batiwakkal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

LPB ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab sosial PAMA dalam membina pelaku UMKM di Berau, sekaligus melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan Yayasan Astra di berbagai daerah.

Direktur PT Pamapersada Nusantara Abdul Nasir Maksum mengatakan, LPB PAMA Bakat Batiwakkal bukan hanya tempat pelatihan dan pendampingan, tapi juga wadah kolaborasi antar pihak.

“LPB ini bukan sekadar lembaga pembinaan, tapi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas untuk membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Pemprov DKI Gunakan Lahan Bekas Makam Covid-19 untuk Pemakaman Umum

Nasir menjelaskan, nama “Bakat” melambangkan potensi masyarakat Berau, sementara “Batiwakkal” dari bahasa daerah berarti usaha yang dijalankan dengan ridho Tuhan. “Jika digabung, artinya mengembangkan bakat masyarakat dengan semangat batiwakkal demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sekretaris Pengurus Yayasan Astra, Ema Poedjiwati, mengatakan peresmian LPB ini menjadi kelanjutan kemitraan erat PAMA dan Astra selama lebih dari dua dekade. Kolaborasi dimulai sejak 2003 dengan berdirinya LPB pertama, AdaroPama, di Tabalong, Kalimantan Selatan.

“Hingga 2025 sudah ada 10 LPB kami dirikan bersama PAMA, dan ini menjadi yang ke-11,” ujarnya. “Kehadiran kami di Berau, yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), membuktikan komitmen Astra dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.”

Baca juga : DPR Dukung Purbaya Tindak Tegas Oknum Bea Cukai Penghambat UMKM

Program pembinaan di Berau akan berfokus pada empat sektor binaan: madu kelulut, olahan makanan ringan, biji kakao, dan tenun. Berdasarkan asesmen Yayasan Astra, UMKM Berau saat ini berada di level Madya, sehingga 15 bulan pertama difokuskan pada penguatan pemasaran dan keuangan.

Dari hasil penilaian, UMKM Biji Kakao dinilai paling berpotensi menjadi sektor unggulan. Programnya disusun dalam grand design hingga 2029, mulai dari pembangunan mentalitas dan keuangan dasar, penerapan standar mutu (Quality, Cost, Delivery), hingga target ekspor dan pembentukan komunitas UMKM mandiri.

Program ini juga melibatkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Poltek Simas Berau, serta dukungan Pemkab Berau.

“Kami bersyukur LPB hadir di Berau. Melalui program ini, pelaku UMKM bisa naik kelas dari sektor informal ke formal, memiliki legalitas, dan berdaya saing,” ujar perwakilan Diskoperindag Berau, Nova Dwi Sapta, dalam acara Kick-Off LPB PAMA Bakat Batiwakkal.

Baca juga : PSM Jalani Era Baru, Arema Bidik Kemenangan Di Makassar

PAMA bersama Yayasan Astra menargetkan pembinaan selama minimal tiga tahun. Fokus awalnya pada pembangunan Mentalitas Dasar UMKM, yang meliputi semangat berubah, kepedulian, komitmen, dan konsistensi.

“Fondasi mentalitas inilah yang menentukan keberhasilan UMKM untuk memenuhi standar pasar dan masuk ke rantai pasok industri besar,” jelas Ema.

Sejak 2015, Yayasan Astra telah mencatat 1.425 UMKM naik kelas dan 384 UMKM mandiri. LPB PAMA Bakat Batiwakkal menargetkan melahirkan 20 UMKM mandiri hingga 2029.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.