Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Berhasil Gelar Cut Over SCADA-EMS Advanced Control Center Jawa-Madura-Bali
Selasa, 9 Juni 2026 11:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil melaksanakan cut over sistem Supervisory Control and Data Acquisition – Energy Management System (SCADA-EMS), pada Advanced Control Center (ACC) Jawa-Madura-Bali (Jamali), Rabu (3/6/2026).
General Manager PLN UIP JBB Yasir mengatakan, keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengendalian kelistrikan Jawa-Madura-Bali menuju pusat kendali operasi yang lebih modern, terintegrasi dan andal.
Adapun, cut over merupakan proses perpindahan pengoperasian sistem kendali kelistrikan dari sistem lama ke sistem baru.
Ia menjelaskan, pada tahapan ini, PLN memindahkan pengoperasian sistem SCADA-EMS dari platform sebelumnya, yaitu Spectrum Power 4 (SP4) ke sistem ACC Jamali berbasis Spectrum Power 7 (SP7) yang memiliki kemampuan pemantauan dan pengendalian lebih canggih.
Yasir menekankan, pelaksanaan cut over ACC Jamali merupakan tahapan paling krusial dalam roadmap pembangunan ACC Jamali karena menandai transisi dari fase pembangunan menuju fase pemanfaatan sistem.
Selain itu, keberhasilan proses ini menurut Yasir sekaligus menunjukkan kesiapan PLN dalam mengoperasikan pusat kendali kelistrikan yang mampu mendukung kebutuhan sistem tenaga listrik yang semakin kompleks di masa depan.
“Momentum ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pusat kendali operasi kelistrikan yang lebih andal dan siap mendukung kebutuhan sistem tenaga listrik di masa depan,” ujar Yasir, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Baca juga : Indonesia Kontrol Penuh Aktivitas Wilayah Udara
Berdasarkan hasil pelaksanaan cut over dan verifikasi bersama seluruh pihak terkait, sistem SCADA-EMS SP7 ACC Jamali dinyatakan berhasil beroperasi sesuai fungsi yang dipersyaratkan.
Capaian tersebut, sambung Yasir, menandai dimulainya tahapan implementasi berikutnya menuju pengoperasian penuh MCC di Depok dan DRC di Ungaran, sebagai satu kesatuan pusat kendali sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.
Ke depan, perseroan akan melanjutkan rangkaian pengujian, pemantauan dan optimalisasi sistem guna memastikan seluruh fitur dan fungsi ACC Jamali beroperasi secara maksimal sesuai desain yang direncanakan.
Ia pun mengapresiasi semua pihak karena keberhasilan cut over SCADA-EMS ACC Jamali merupakan buah dari kerja keras, koordinasi dan komitmen seluruh tim yang telah bekerja sejak tahap perencanaan, pembangunan, integrasi, hingga pengujian sistem.
Sebelum proses cut over dilaksanakan, kata dia, sistem ACC Jamali telah dioperasikan secara paralel dengan sistem eksisting selama periode tertentu.
“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pengujian, verifikasi, dan validasi menyeluruh guna memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai desain, serta menjaga keandalan pasokan listrik selama proses transisi berlangsung,” ujarnya.
Lebih lanjut Yasir mengatakan, ACC Jamali dibangun sebagai pusat kendali operasi sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali yang berfungsi memantau dan mengendalikan kondisi jaringan listrik secara real time.
Baca juga : Senayan Colek Menteri Nadiem
Fasilitas ini, terdiri dari Main Control Center (MCC) yang berlokasi di Kelurahan Gandul, Kota Depok, Jawa Barat sebagai pusat kendali utama, serta Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang berfungsi sebagai pusat kendali cadangan apabila terjadi gangguan pada pusat kendali utama.
Melalui ACC Jamali, pihaknya dapat memantau kondisi sistem kelistrikan secara terpusat mulai dari gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit listrik.
“Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan, memperkuat keandalan operasi sistem, serta mendukung integrasi energi baru terbarukan ke dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali," ujar Yasir.
Ia menambahkan, hingga pelaksanaan cut over, progres pembangunan MCC dan DRC telah mencapai 94,78 persen, sementara implementasi SCADA-EMS mencapai 95,50 persen.
Dalam pelaksanaannya, ACC Jamali mengintegrasikan dan menguji konektivitas sekitar 140 Gardu Induk dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET). Serta, lebih dari 100 unit pembangkit yang tersebar di sistem Jawa-Bali.
“Skala implementasi tersebut menunjukkan besarnya cakupan proyek, sekaligus pentingnya koordinasi lintas unit dalam memastikan keberhasilan proses transisi," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, General Manager PLN UIP2B Jamali Munawwar Furqan menerangkan, keberhasilan cut over menjadi fondasi penting menuju pengoperasian penuh ACC Jamali.
Baca juga : Realistis, Golkar Cuma Ajukan 5 Calon Menteri
“Dengan dukungan teknologi yang lebih modern, ACC Jamali akan meningkatkan kemampuan pemantauan dan pengendalian sistem tenaga listrik secara real time, sehingga pengoperasian sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dapat semakin responsif, aman, dan andal,” ujar Munawwar.
Ia memastikan, melalui pengembangan ACC Jamali, perseroan terus memperkuat transformasi digital sektor ketenagalistrikan, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha, mempercepat respons operasi sistem.
“Serta, mendukung transisi energi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, kegiatan cut over tersebut dihadiri General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) Yasir, General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) Munawwar Furqan, jajaran manajemen PLN Group, perwakilan unit-unit terkait, serta mitra kerja yang terlibat dalam pembangunan ACC Jamali.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya