Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Permintaan Kabel Bawah Laut Naik, Telkom Bidik Peluang Bisnis AI Global
Minggu, 2 Agustus 2026 08:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengungkapkan, permintaan kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat. Kondisi ini didorong oleh dinamika geopolitik global serta pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh perusahaan-perusahaan teknologi dunia.
Menurut Dian, tren tersebut menjadi peluang besar bagi Telkom untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Dian saat memaparkan kinerja keuangan Telkom semester I-2026 di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Hingga akhir semester I 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun atau naik 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga : Tak Ada PHK di Streamlining Telkom, Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit
EBITDA juga meningkat 3,8 persen menjadi Rp 37,5 triliun, sedangkan laba bersih normalisasi tumbuh 6,2 persen menjadi Rp 11,3 triliun. Arus kas operasional turut naik 7 persen menjadi Rp 34,9 triliun, didukung efisiensi dan disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil dicapai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian ini semakin memperkuat optimisme untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian.
Di segmen Business to Consumer (B2C), Telkomsel membukukan pendapatan Rp 55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh bisnis digital, dengan pendapatan layanan data meningkat 11 persen dan Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9 persen menjadi Rp 45.600.
Baca juga : Gandeng NUS, Telkom Perkuat Talenta Digital Dan Riset Berkelas Dunia
Perkuat Kebijakan Prabowonomic
Sementara itu, pada segmen Business to Business (B2B) Infrastructure, pendapatan meningkat 19 persen menjadi Rp 33,1 triliun. Kenaikan ini didorong oleh bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi.
Bisnis data center melalui NeutraDC juga terus diperkuat untuk menangkap tingginya permintaan terhadap infrastruktur digital.
Baca juga : IDBS 2026 Bahas Masa Depan Industri Keuangan Digital
Untuk mempercepat transformasi, Telkom akan melanjutkan penyederhanaan struktur grup melalui divestasi, merger, dan likuidasi terhadap 10 entitas. Perseroan juga merealisasikan belanja modal sebesar Rp 10,8 triliun, dengan lebih dari 96 persen dialokasikan untuk bisnis prioritas.
Dian menegaskan investasi pada infrastruktur digital akan terus diperkuat guna mendukung kebijakan Prabowonomic dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun. Karena itu, Telkom akan terus memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya