Dark/Light Mode

BNI Tawarkan 2.600 Aset Lewat Program Gelegar Lelang 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 18:49 WIB
Kick off program Gelegar Lelang BNI 2026 di Grha BNI Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dok. BNI)
Kick off program Gelegar Lelang BNI 2026 di Grha BNI Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dok. BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menawarkan sekitar 2.600 aset agunan melalui program Gelegar Lelang BNI 2026. Aset yang dipasarkan mencakup rumah, rumah toko, gudang, apartemen, hotel, serta berbagai jenis properti lain yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Program tersebut berlangsung pada 15 Juni hingga 15 September 2026, dengan puncak lelang serentak dijadwalkan pada 21 Agustus 2026.

Gelegar Lelang BNI ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset melalui mekanisme lelang yang terbuka, aman, dan transparan. Kick-off program dilaksanakan di Grha BNI, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut diresmikan Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Syukriah HG bersama Senior Executive Vice President Remedial & Recovery BNI Saridatun.

Baca juga : BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Saridatun mengatakan, Gelegar Lelang BNI menjadi bagian dari upaya perseroan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh aset sekaligus mengoptimalkan penyelesaian aset agunan.

"Gelegar Lelang BNI merupakan komitmen kami untuk menghadirkan proses pemasaran aset yang terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat," ujar Saridatun dalam keterangan tertulisnya Selasa (4/8/2026).

Saridatun menambahkan, lelang tidak hanya menjadi sarana penyelesaian aset agunan perbankan, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki maupun berinvestasi pada properti.

Dalam penyelenggaraan program tersebut, BNI bersinergi dengan DJKN untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme lelang sekaligus memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan.

Baca juga : BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

Kolaborasi itu mencakup kegiatan edukasi melalui diskusi, konsultasi, serta penyampaian informasi mengenai tata cara mengikuti lelang, hak dan kewajiban peserta, hingga tahapan pelaksanaan transaksi.

Melalui edukasi tersebut, BNI dan DJKN berupaya memperkuat pemahaman bahwa lelang merupakan mekanisme yang terbuka dan akuntabel serta dapat menjadi alternatif untuk memperoleh aset dengan harga kompetitif.

Gelegar Lelang BNI 2026 juga akan hadir dalam rangkaian wondrX BNI 2026 yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat katalog aset yang ditawarkan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai mekanisme dan prosedur mengikuti lelang. Informasi mengenai aset dapat diakses melalui katalog digital BNI di lelangagunan.bni.co.id. Sementara itu, proses lelang dilaksanakan melalui platform resmi DJKN di lelang.go.id.

Baca juga : BNI Siapkan Dashboard DHE SDA, Eksportir Bisa Pantau Dana Ekspor Secara Digital

"Melalui penawaran ribuan objek tersebut, BNI berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan lelang sekaligus membangun ekosistem pemasaran aset agunan yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel," pungkas Saridatun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.