Dark/Light Mode

Dorong Ekonomi Lokal, KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh

Rabu, 5 Agustus 2026 12:48 WIB
Gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di stasiun Whoosh untuk memperluas akses pasar produk lokal. (Foto : KCIC)
Gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di stasiun Whoosh untuk memperluas akses pasar produk lokal. (Foto : KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan kawasan komersial di stasiun Whoosh.

Hingga kini, sebanyak 29 tenan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah beroperasi di tiga stasiun Whoosh untuk memperluas akses pasar produk lokal sekaligus meningkatkan layanan bagi para penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan kehadiran UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan agar operasional Whoosh memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga : Kereta Kerja Whoosh Gunakan Biodiesel B40

"Stasiun Whoosh tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Mobilitas pelanggan Whoosh membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk semakin dikenal dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah yang melakukan perjalanan antara Jakarta dan Bandung," ujar Eva.

Dari total 29 UMKM tersebut, enam berada di Stasiun Halim, delapan di Stasiun Padalarang, dan 15 di Stasiun Tegalluar Summarecon. Dengan jumlah tersebut, Tegalluar Summarecon menjadi stasiun yang memiliki UMKM terbanyak.

Berbagai produk unggulan ditawarkan para pelaku usaha, didominasi sektor kuliner dan oleh-oleh khas daerah. Penumpang dapat menikmati aneka makanan seperti batagor, siomay, cendol, soto Bandung, ayam serundeng, mi ayam, bakpao, cookies, kopi, jus, hingga beragam produk kreatif lokal.

Baca juga : KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan

Kehadiran UMKM di kawasan stasiun juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah. Aktivitas penjualan mendorong peningkatan produksi, melibatkan lebih banyak pemasok, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Potensi tersebut semakin besar karena hingga Juli 2026, layanan Whoosh telah digunakan lebih dari 16,9 juta penumpang sejak pertama kali beroperasi.

Secara keseluruhan, kawasan komersial di seluruh stasiun Whoosh kini memiliki 117 tenan. Selain UMKM, tersedia pula berbagai gerai kuliner nasional, minimarket, layanan perbankan, toko merchandise, smart locker, serta beragam fasilitas penunjang lainnya guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan.

KCIC juga terus mendukung pengembangan UMKM melalui penyediaan ruang usaha, penyelenggaraan bazar, tenan temporer, promosi produk lokal, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kawasan komersial akan terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.

Baca juga : Waspada Penipuan Tiket Whoosh Via WA, KCIC Imbau Beli di Kanal Resmi

"Whoosh diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan aktivitas usaha di wilayah yang dilalui. KCIC akan terus membuka ruang kolaborasi agar keberadaan stasiun Whoosh dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, pelaku UMKM, dan perekonomian lokal," tutup Eva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.