Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Modal, tapi Kolaborasi IT dan SDM
Kamis, 6 Agustus 2026 11:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Kelompok Usaha Bank (KUB) bukan sekadar wadah untuk memenuhi ketentuan regulasi permodalan perbankan.
Menurut Agus, KUB harus menjadi platform kolaborasi jangka panjang antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna menciptakan efisiensi bersama, terutama dalam pengembangan teknologi informasi dan sumber daya manusia (SDM).
"KUB ini merupakan platform kolaborasi yang baik, tidak sekadar dalam rangka pemenuhan modal. Karena KUB juga masih relatif baru, maka pada tahap awal yang harus dibangun adalah fundamental KUB itu sendiri, yaitu tata kelola, manajemen risiko, sistem, keamanan siber (cyber security), pengembangan SDM (people), dan sebagainya," ujar Agus dalam siaran pers, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, dalam jangka pendek pembentukan KUB tidak semata-mata bertujuan mengejar pertumbuhan bisnis maupun laba.
Baca juga : Top, JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Jadi Jawara Digital
Prioritas utama adalah menyamakan sekaligus memperkuat standar fundamental di antara seluruh bank anggota.
Menurut Agus, kolaborasi tersebut menjadi sangat penting bagi BPD karena efisiensi merupakan faktor utama untuk menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks.
"Membangun teknologi sendiri tidak mudah, demikian juga mencetak SDM yang unggul. Jika hal-hal tersebut dikerjakan bersama, maka akan tercipta efisiensi. Itulah nilai utama dari kolaborasi melalui KUB," katanya.
Melalui KUB, lanjut Agus, BPD dapat berbagi platform teknologi, mengembangkan sistem bersama, hingga menyelenggarakan program pelatihan SDM secara kolektif.
Baca juga : JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
Skema tersebut dinilai mampu menekan biaya investasi infrastruktur digital yang relatif besar apabila ditanggung masing-masing bank.
Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun kolaborasi KUB antar-BPD.
Tantangan tersebut meliputi perbedaan visi dan kepentingan para pemegang saham, kesiapan modal, teknologi, serta kualitas SDM yang belum merata.
Selain itu, terdapat pula kekhawatiran sebagian BPD mengenai potensi hilangnya identitas bank daerah dalam kolaborasi, serta tantangan dalam menentukan skema pembagian biaya operasional (cost sharing) pada tahap awal pembentukan KUB.
Baca juga : Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Transaksi Lebih Cepat
Karena itu, Agus menekankan pentingnya membangun tata kelola yang terstandarisasi serta menyelesaikan proyek-proyek kolaboratif pada tahap awal agar mampu menciptakan nilai tambah (value.creation) sebelum memperluas bentuk kerja sama di masa mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya