Dark/Light Mode

Ketum Asbanda Dorong Sinergi BPD-BPR dengan Mitigasi Risiko Ketat

Kamis, 6 Agustus 2026 13:03 WIB
Foto: Asbanda.
Foto: Asbanda.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menilai, kolaborasi antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maupun BPR Syariah (BPRS) memiliki prospek bisnis yang sangat baik.

Meski demikian, Agus menegaskan kerja sama tersebut harus dibangun dalam struktur yang tepat serta disertai penerapan mitigasi risiko yang ketat.

"Yang terpenting adalah kita meletakkannya dalam struktur yang tepat. BPD memiliki sumber daya yang lebih besar, sementara BPR dan BPRS memiliki kedekatan yang kuat dengan pasar mikro," kata Agus dalam siaran pers, Rabu (5/8/2026).

Baca juga : Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Modal, tapi Kolaborasi IT dan SDM

Menurut Agus, BPR dan BPRS memiliki keunggulan dalam hal akses layanan dan pemahaman terhadap segmen usaha mikro, yang selama ini relatif lebih sulit dijangkau secara langsung oleh BPD.

Karena itu, kekuatan masing-masing lembaga keuangan daerah tersebut dapat saling melengkapi melalui kolaborasi yang tepat.

Ia menjelaskan, bentuk sinergi yang dapat dikembangkan meliputi pemanfaatan platform digital, penyediaan konten layanan, hingga penggunaan saluran distribusi (channel) secara bersama.

Baca juga : Top, JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Jadi Jawara Digital

Namun, Agus mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak menimbulkan moral hazard, terutama dalam bentuk pengalihan risiko kredit dari satu lembaga ke lembaga lainnya.

"Yang lebih penting adalah jangan sampai terjadi pergeseran risiko dari satu lembaga ke lembaga lain. Bentuk kolaborasinya bisa melalui model digital, konten, maupun channel, tetapi risikonya tetap harus dikelola dengan baik," ujarnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, lanjut Agus, pemahaman terhadap profil dan rekam jejak debitur (borrower) menjadi faktor penting untuk mengukur risiko kredit secara akurat.

Baca juga : JakOne Mobile Bawa Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026

Karena itu, transparansi, tata kelola yang baik, serta mitigasi risiko yang matang menjadi syarat utama agar kolaborasi antara BPD dan BPR/BPRS dapat berjalan secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Pada prinsipnya, kerja sama ini sangat baik bagi kedua belah pihak. Yang terpenting adalah memahami karakteristik debitur sehingga risiko dapat diukur dan dikelola dengan tepat," tutup Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.