Dark/Light Mode

PLN Resmikan Energi Hijau Pulau Rengit, Listrik Kini Nyala 24 Jam

Minggu, 23 Agustus 2026 19:56 WIB
Foto: PLN.
Foto: PLN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam. PT PLN (Persero) menghadirkan sistem energi hijau terintegrasi melalui Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit yang memadukan energi surya, baterai, turbin angin, dan hidrogen.

GEET Pulau Rengit diresmikan pada Sabtu (22/8/2026). Kehadiran sistem tersebut meningkatkan pasokan listrik masyarakat yang sebelumnya hanya tersedia sekitar 12 jam per hari dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Pulau Rengit dihuni sekitar 150 jiwa atau 45 kepala keluarga, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

Peningkatan keandalan listrik tidak hanya mendukung kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi produktif, seperti pemanfaatan cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan dan penerapan konsep agrovoltaik untuk kegiatan pertanian.

Peresmian GEET Pulau Rengit dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra.

Juga, jajaran PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, PLN Puslitbang, BRIN, Universitas Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung, Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga : Indonesia Ajak Jerman Garap Energi Hijau Dan Semikonduktor

GEET Pulau Rengit dikembangkan sebagai technopark sekaligus ruang pembelajaran untuk menguji penerapan sistem energi hijau di wilayah kepulauan.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, GEET Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dioperasikan PLN.

“Technopark Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dioperasikan PLN. Dengan memanfaatkan energi surya, BESS, turbin angin, dan fuel cell hidrogen, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel,” ujar Edwin.

Menurut dia, sistem tersebut selanjutnya akan dievaluasi untuk melihat peluang penerapan dan replikasinya di wilayah lain.

Dari sisi pelayanan, GM PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan PLN terus memperkuat infrastruktur dan keandalan sistem kelistrikan.

“GEET Pulau Rengit menjadi momentum penting dalam menghadirkan layanan listrik 24 jam, dari sebelumnya 12 jam, sekaligus memperkuat pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan,” tuturnya. 

Baca juga : Inggris Boyong 15 Raksasa Industri Kelas Internasional

GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh menambahkan, Pulau Rengit akan terus dikembangkan sebagai ruang riset dan pembelajaran.

“Pulau Rengit adalah potret kecil dari sebuah model besar. Jika terbukti beroperasi andal 24 jam, pengalaman ini dapat menjadi blueprint untuk pengembangan sistem energi hijau di pulau-pulau terpencil lainnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pengembangan Puslitbang juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik pemerintah daerah maupun perguruan tinggi seperti Universitas Bangka Belitung, untuk bersama-sama melakukan riset dan mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Anggota DEN Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi GEET Pulau Rengit sebagai implementasi hasil riset untuk menjawab tantangan ketahanan energi.

“DEN mendukung pemanfaatan teknologi seperti ini dan mendorong agar hasil riset dapat terus dikembangkan serta diadopsi di wilayah lain sesuai potensi dan kebutuhan energi masing-masing daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam menyebut Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan teknologi hidrogen.

Baca juga : Dirut PLN Indonesia Power Raih Energy Executive Award 2026 untuk Energi Hijau

“Pengembangan ini sejalan dengan roadmap hidrogen nasional dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem energi berbasis hidrogen di pulau-pulau lainnya,” tuturnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani juga mendorong agar peningkatan pasokan listrik dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kami akan mendorong investasi, termasuk pengembangan perkebunan dan industri pengolahan kelapa, sehingga energi listrik dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas fasilitas kelistrikan yang telah diberikan,” ujarnya.

Melalui GEET Pulau Rengit, PLN terus mendorong riset, inovasi, dan kolaborasi untuk menghadirkan listrik yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia.

Pengembangan GEET tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Universitas Gadjah Mada (UGM) terlibat dalam pengembangan fuel cell, Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan baterai, serta Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam pengembangan konsep agrovoltaik.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi GEET Pulau Rengit sebagai ruang riset dan pembelajaran, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi energi hijau di wilayah lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.