Dark/Light Mode

Pertajam Diplomasi Ekonomi, Pemerintah Gaet Kadin Dan Dubes

Airlangga: Jaga Daya Saing, Tarik Investasi Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat diplomasi ekonomi untuk mendorong masuknya investasi berkualitas. Langkah strategis ini ditempuh dengan mempererat kolaborasi bersama dunia usaha dan jajaran duta besar (dubes) negara sahabat guna mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Upaya tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Airlangga, Pemerintah memfokuskan penguatan fondasi ekonomi melalui kedaulatan pangan, kedaulatan energi, dan transformasi digital sebagai respons atas tantangan geopolitik, perubahan iklim, serta pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).

“Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga daya saing Indonesia, sekaligus menarik investasi berkualitas,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga : Densus 88 Dan Gegana Sisir Lokasi, Ancaman Bom Bikin Geger SD Di Srengseng

Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk menarik investasi. Antara lain karena sumber daya mineral strategis, bonus demografi, serta pembangunan infrastruktur digital yang terus berkembang.

Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, adopsi teknologi juga berjalan seiring dengan penguatan kemandirian sumber daya Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kedaulatan energi, dan transformasi digital.

Airlangga menjelaskan, Indonesia merupakan pasar AI terbesar keempat di Asia dengan potensi nilai sekitar 70 miliar dolar AS atau setara Rp 1.269 triliun.

Potensi tersebut didukung keberadaan 182 data center yang tersebar di berbagai wilayah. Termasuk Jakarta dan Batam, serta pengembangan jaringan fiber optic dan landing point internasional.

Baca juga : Bulog Jamin Kualitas Beras Aman Dan Sehat

Selain transformasi digital, Pemerintah terus mempercepat transisi energi melalui implementasi program biodiesel B50. Program tersebut menghemat devisa hingga Rp 177 triliun dan menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta ton per tahun.

Di sektor industri, Pemerintah juga mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional. Dengan proyeksi permintaan global mencapai 1 triliun dolar AS pada 2030, Indonesia menargetkan penguatan kemampuan chip design serta fasilitas Assembly, Testing and Packaging (ATP) di dalam negeri.

Airlangga menambahkan, hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) 2025 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan iklim usaha paling stabil dan menguntungkan di ASEAN.

Pemerintah juga mempercepat penyelesaian berbagai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), proses aksesi ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), serta menjadikan keanggotaan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) sebagai prioritas strategis.

Baca juga : Gol “Kabel Tuhan” Disesali Norwegia

“Saya berharap para duta besar turut membantu mengawal realisasi investasi yang telah disepakati. Kita perlu bekerja sama memanfaatkan teknologi, energi hijau, dan kerja sama ekonomi untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera,” tutur Airlangga.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, diplomasi ekonomi harus berjalan seiring dengan peran aktif dunia usaha agar berbagai kesepakatan antarnegara dapat diwujudkan menjadi perdagangan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Kadin siap menjadi jembatan antara Pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional untuk mengakselerasi realisasi investasi dan kerja sama ekonomi,” kata Anindya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 14 Juli 2026 dengan judul "Pertajam Diplomasi Ekonomi, Pemerintah Gaet Kadin Dan Dubes Airlangga: Jaga Daya Saing, Tarik Investasi Berkualitas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.