Dark/Light Mode

Pertamina Patra Niaga Ajak Media Cek Langsung Pengembangan SAF di Kilang Cilacap

Jumat, 11 September 2026 07:06 WIB
Pertamina Patra Niaga Ajak Media Cek Langsung Pengembangan SAF di Kilang Cilacap

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Patra Niaga dengan produk Sustainable Aviation Fuel (SAF) hadir sebagai salah satu alternatif penting pemanfaatan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Produksi dan Pengembangan SAF dilakukan salah satunya di Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam ekosistem energi Pertamina sekaligus lokasi produksi SAF, yang memanfaatkan UCO sebagai salah satu bahan bakunya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Ambil Alih Operasional SPBU Nakal

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, SAF menjadi salah satu topik pembicaraan pada agenda Pertamax Journey 2026, yang mempertemukan jurnalis dari berbagai wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.

“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.”, jelas Kitty dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Selain itu Kilang yang diproyeksikan menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan skala besar untuk memperkuat kemandirian Energi Hijau dan SAF Nasional.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tindak 31 SPBU di Sumbar, 6 Dialihkan Pengelolaannya

Pemanfaatan UCO dalam pengembangan SAF juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah menjadi bagian dari rantai nilai energi.

Hal ini sejalan dengan upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Kitty, pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

Baca juga : Patra Niaga: 94 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Papua-Maluku Terendah

“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor