Dark/Light Mode

Dukung Keamanan Siber, Peruri Perkuat SDM, Teknologi Hingga Proses Terintegrasi

Rabu, 16 September 2026 11:27 WIB
Peruri menggelar rangkaian ADIGSI Cyber Resilience Day 2026. (Foto: Dok. Peruri)
Peruri menggelar rangkaian ADIGSI Cyber Resilience Day 2026. (Foto: Dok. Peruri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah percepatan transformasi digital, Peruri mendorong penguatan keamanan siber melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek keamanan ke dalam proses kerja, teknologi, dan tata kelola organisasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi dalam Executive Forum “The Internal Frontline: Fixing the Human Factor in Cybersecurity” pada rangkaian ADIGSI Cyber Resilience Day 2026.

Edwin menyampaikan, bahwa membangun keamanan siber tidak cukup dilakukan melalui program awareness bagi para pekerja.

Menurutnya, awareness tersebut harus didukung dengan ketersediaan infrastruktur, tools, platform, serta mekanisme enforcement yang terintegrasi langsung dalam operasional harian.

Baca juga : PROAPPS Resmi Masuk Pasar, Digitalisasi Property Management Makin Terintegrasi

“Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,” ujar Edwin dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026)

Edwin juga menekankan pentingnya penerapan security by desain untuk menghadapi kondisi ketika pekerja berada dalam situasi yang mendesak.

Menurutnya, sistem perlu dirancang agar tetap memiliki lapisan perlindungan meskipun dalam kondisi tertentu terdapat proses yang harus dilewati, sehingga keamanan tidak hanya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur.

Di Peruri, pendekatan ini diimplementasikan secara ketat sejak tahap awal pengembangan (security by design).

Baca juga : Pertahankan Capaian Top GRC Awards, Peruri Perkuat Tata Kelola & Keberlanjutan

Setiap talent digital maupun mitra wajib menjalani proses onboarding, menandatangani Pakta Integritas, serta melalui tahap analisis risiko sebelum diberikan akses terbatas sesuai peran (risk-based access).

Selain itu, setiap sistem wajib lolos pengujian bertahap, mulai dari QA Test, Function Test, hingga Security Test sebelum masuk ke tahap produksi (go-to-production).

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan Peruri juga mulai mengadopsi teknologi mutakhir seperti Large Risk Model (LRM) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi celah keamanan pada kode pemrograman secara otomatis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mengantisipasi human factor atau kesalahan prosedur akibat tingginya dinamika dan urgensi pekerjaan.

Baca juga : Kumpul Bareng, Telkomsel Ajak Bos Logistik Kebut Digitalisasi, Begini Caranya

Melalui sinergi pemahaman pekerja terhadap keamanan siber, pemanfaatan teknologi AI, dan tata proses yang terintegrasi, Peruri terus memperkuat fondasi keamanan dalam setiap proses transformasi digital.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedaulatan digital yang efektif, dengan memastikan teknologi, data, proses, dan sumber daya manusia Indonesia mampu terlindungi serta dikelola secara aman, andal, dan terpercaya.

"Dengan demikian, penguatan keamanan siber tidak hanya menjadi langkah mitigasi risiko, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan kedaulatan digital  yang berkelanjutan," ujar Edwin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.