Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunci Peningkatan Daya Saing Investasi Hulu Migas
Perkuat Sinergi Pemerintah-Pelaku Usaha
Jumat, 18 September 2026 13:06 WIB
Sebelumnya
Hal senada disampaikan bp Regional President Asia Pacific, Kathy Wu dalam sebuah konferensi migas beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan, kompetisi untuk mendapatkan alokasi modal di tingkat global berlangsung sangat ketat.
Kondisi tersebut membuat kemitraan strategis dengan Pemerintah menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan investor. “Proyek di Indonesia harus benar-benar kompetitif, baik dari sisi tingkat pengembalian investasi, risiko, kepastian pelaksanaan, hingga kepastian bahwa hasil yang dihitung di atas kertas benar-benar dapat terealisasi,” jelas Kathy.
Pentingnya kolaborasi juga menjadi perhatian Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd. Dia mencontohkan perjalanan ExxonMobil di Indonesia yang telah berlangsung selama 128 tahun. Salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut adalah Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang menjadi salah satu penopang utama produksi minyak nasional.
Baca juga : 2,4 Juta Warga BARMM Gelar Pemilu Parlemen
“Sejarah panjang kami dibangun atas dasar kemitraan dan kolaborasi. Menurut saya, itulah salah satu alasan keberhasilan Indonesia saat ini,” kata Wade.
Penguatan kemitraan Pemerintah dan pelaku usaha tersebut menjadi salah satu agenda dalam FOREK Hulu Migas 2026. Forum ini diarahkan menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, industri, investor, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat daya saing investasi sektor hulu migas.
Melalui kolaborasi tersebut, percepatan eksplorasi dan pengembangan proyek diharapkan dapat terus dilakukan sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi dan penguatan ketahanan energi nasional.
Baca juga : 14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Bantu Warga dari Jerat Rentenir di Lampung
Pada saat yang sama, daya saing investasi perlu dilihat sebagai sebuah ekosistem. Kebijakan fiskal, skema kontrak, proses bisnis, teknologi, infrastruktur, kepastian pasar, hingga kecepatan pengambilan keputusan merupakan sejumlah faktor yang saling berkaitan dan perlu diperkuat secara bersama-sama.
Instrumen insentif juga dapat digunakan untuk meningkatkan keekonomian proyek. Namun, efektivitasnya perlu tercermin dalam capaian yang lebih nyata, seperti tambahan investasi, peningkatan cadangan dan produksi, kenaikan lifting, penerimaan negara, serta manfaat ekonomi yang lebih luas.
FOREK Hulu Migas 2026 selanjutnya diharapkan dapat menjadi forum untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai tantangan dan peluang investasi hulu migas.
Baca juga : Dukung Program Pemerintah, Golkar Kawal Bantuan Program Indonesia Pintar
Selain itu, forum tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi ruang perbaikan kebijakan dan ekosistem investasi serta menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat daya saing hulu migas Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya