Dark/Light Mode

MedcoEnergi Cetak Laba Rp 1,18 Triliun Awal 2026, Produksi Migas Naik 19 Persen

Kamis, 10 September 2026 06:52 WIB
Direktur & Chief Operating Officer (COO) MedcoEnergi Amri Siahaan (kiri) bersama Direktur & Chief Financial Officer (CFO) MedcoEnergi Benny Setiawan (kanan) menyampaikan Paparan Publik 2026, Rabu (9/9/2026).
Direktur & Chief Operating Officer (COO) MedcoEnergi Amri Siahaan (kiri) bersama Direktur & Chief Financial Officer (CFO) MedcoEnergi Benny Setiawan (kanan) menyampaikan Paparan Publik 2026, Rabu (9/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) membukukan laba bersih sebesar 67,4 juta dolar AS atau setara Rp 1,18 triliun (asumsi kurs Rp 17,508 dolar per AS) pada kuartal pertama 2026.

Capaian laba bersih perusahaan berkode emiten MEDC tersebut melonjak 282,3 persen secara tahunan.

Lonjakan kinerja keuangan dipicu oleh peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) semester I-2026 yang mencapai 170 thousand barrels of oil equivalent per day (mboepd) atau ribu barel setara minyak per hari, naik 19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca juga : PHSS Tambah Produksi Migas hingga 500 BOPD Lewat Hydraulic Fracturing

Gas bumi menyumbang 72 persen dari total produksi tersebut. "Kami tetap fokus pada pencapaian target operasional, disiplin biaya dan pengelolaan neraca yang sehat. Kami akan terus mengembangkan aset-aset inti dan menjalankan pertumbuhan secara disiplin untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar Amri Siahaan, Direktur dan Chief Operating Officer (COO) MedcoEnergi dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Pada kuartal I-2026, perseroan mengantongi pendapatan 668,3 juta dolar AS (Rp 11,69 triliun), tumbuh 19,2 persen secara tahunan. Sementara itu, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi tercatat naik 5,7 persen menjadi 351,1 juta dolar AS (Rp 6,14 triliun).

Atas capaian tersebut, perseroan mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi migas 165–170 mboepd dan alokasi capital expenditure (capex) atau belanja modal migas sebesar 415 juta dolar AS (Rp 7,26 triliun).

Baca juga : PHI Lampaui Target Produksi Migas Semester I-2026, Dukung Ketahanan Energi

Di sektor ketenagalistrikan, anak usaha Medco Power mencatat penjualan listrik 2.323 Gigawatt-hour (GWh) sepanjang semester I-2026, naik 16,5 persen secara tahunan.

Angka ini sejalan dengan target tahunan sebesar 4.550 GWh, dengan porsi kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 26 persen. Pertumbuhan operasional didukung oleh penyelesaian sejumlah proyek strategis.

Proyek Senoro Phase 2A telah beroperasi penuh sejak Juni 2026, sedangkan Bualuang Renewal Plan Phase I mulai berproduksi pada kuartal II-2026.

Baca juga : PHR Regional 1 Jaga Produksi Migas di Tengah Tantangan Lapangan Tua

Adapun pengembangan lapangan Sakakemang ditargetkan mencetak produksi gas pertama pada kuartal III-2027.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.