Dark/Light Mode

Pengembangan MNK Pertamina Bisa Jadi Game Changer Migas Indonesia

Senin, 21 September 2026 19:44 WIB
Ilustrasi. Dok. Pertamina.
Ilustrasi. Dok. Pertamina.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dinilai membuka peluang baru bagi peningkatan produksi minyak nasional. Jika berhasil dikembangkan secara ekonomis, MNK berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan produksi migas Indonesia.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, pengembangan MNK dapat menjadi pembeda dalam industri migas Indonesia, sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat (AS) setelah mengembangkan sumber migas nonkonvensional.

“Game changer-nya migas itu MNK. Hal ini seperti di AS, di mana MNK menjadi pembeda karena potensinya cukup besar, sehingga membuat AS tergolong menjadi produsen minyak yang besar di dunia setelah mengembangkan MNK tersebut di tahun 2000-an,” kata Komaidi kepada media, Senin (21/9/2026).

Menurut Komaidi, Indonesia juga memiliki potensi MNK yang cukup besar. Namun, pengembangannya menghadapi tantangan karena karakteristik batuan berbeda dan lebih sulit dibandingkan sumber migas konvensional.

Kondisi tersebut membuat pengembangan MNK membutuhkan teknologi yang berbeda dengan pengeboran sumur migas biasa. Konsekuensinya, terdapat perbedaan biaya produksi yang perlu diperhitungkan agar pengembangan MNK tetap memiliki nilai ekonomi.

Baca juga : InJourney Siapkan Camping Ground & 66 Extra Flights

Karena itu, Komaidi menilai kajian mengenai teknologi dan keekonomian perlu terus dilakukan seiring dengan pengembangan MNK di Indonesia.

Ia juga menilai pengembangan MNK di Zona Rokan menunjukkan kemampuan PHR dalam mengembangkan sumber migas nonkonvensional. Salah satunya melalui kerja sama dalam penggunaan teknologi karena pengembangan MNK membutuhkan teknologi yang tinggi dan kompleks.

“Kalau tidak salah, Pertamina melakukan kerja sama riset dan pendidikan teknologi MNK dengan perguruan tinggi pertambangan di AS. Jadi, apakah teknologinya milik sendiri atau dengan pihak lain, PHR terbukti bisa melakukan perencanaan, sampai dengan eksekusi. Artinya, PHR memiliki kehandalan memproduksi MNK,” tegasnya.

Menurut Komaidi, apabila program MNK PHR berhasil, rasio cadangan dan produksi migas Indonesia berpotensi menjadi lebih panjang. Dengan bertambahnya cadangan yang dapat diproduksikan, keberlanjutan bisnis migas juga dapat semakin terjaga.

“Sebab, kekhawatiran perusahaan migas adalah jika tidak menemukan cadangan baru. Karena hal itu otomatis membuat usia perusahaan akan segera berakhir,” kata dia.

Baca juga : Pertamina Bangkitkan Petani Melon Korban Bencana Banjir

Komaidi mengatakan, penemuan dan pengembangan cadangan baru dapat memperpanjang usia bisnis migas PHR dan Pertamina secara keseluruhan. Sumur-sumur MNK yang dapat diproduksikan juga diharapkan membuka peluang pengembangan potensi MNK di wilayah lain Indonesia.

“Selain itu, kredibilitas Pertamina dalam produksi migas juga akan meningkat di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komaidi menilai keberhasilan memanfaatkan potensi MNK dapat mendukung ketahanan energi nasional. Menurutnya, pengembangan sumber migas baru menjadi penting karena sejumlah blok migas baru di Indonesia berada di laut dalam, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Pengembangan blok laut dalam menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur serta tingkat kesulitan teknis yang lebih kompleks. Dari sisi biaya, pengembangan migas laut dalam juga membutuhkan investasi yang besar.

“Sedangkan MNK, sebagian sumurnya masih ada di daratan. Dengan demikian diharapkan, biaya produksi atau paling tidak secara teknis, tidak sesulit di laut dalam, sehingga memang layak menjadi harapan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutup Komaidi.

Baca juga : RI Jajaki Pasokan Minyak Dari Nigeria Dan Angola

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina melakukan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional.

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan MNK sekaligus mempertegas MNK Rokan sebagai salah satu proyek awal pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia.

Perjalanan MNK Rokan dimulai melalui pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengeboran Kelok DET-1 pada 2024 sebagai bagian dari studi potensi migas nonkonvensional di struktur North Aman.

Pengembangan MNK Rokan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai potensi sumber daya migas nonkonvensional sekaligus menjadi pijakan bagi pengembangan MNK di wilayah lain Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.