Dark/Light Mode

Kadin Minta Impor Bahan Baku Jadi Mesin Produksi Dan Ekspor

Kamis, 1 Oktober 2026 13:06 WIB
Saleh Husin. (Foto: Kadin)
Saleh Husin. (Foto: Kadin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta peningkatan impor bahan baku dan barang modal diikuti investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta ekspansi pasar ekspor agar memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan kenaikan impor saat ini lebih banyak mencerminkan penguatan aktivitas produksi dan investasi. Hal itu terlihat dari komposisi impor Januari-Juli 2026 yang didominasi bahan baku/penolong dan barang modal sebesar 91,33 persen.

"Untuk saat ini, kenaikan impor lebih banyak menunjukkan penguatan aktivitas produksi dan investasi karena 91,33 persen impor Januari-Juli terdiri dari bahan baku/penolong dan barang modal," kata Saleh dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Namun, ia mengingatkan pertumbuhan impor yang jauh lebih cepat dibandingkan ekspor tetap perlu menjadi perhatian. Berdasarkan data Januari-Juli 2026, ekspor tumbuh 4,43 persen, sedangkan impor meningkat 19,94 persen.

Baca juga : Stabilitas Politik Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Saleh, indikator penting bukan sekadar melihat kenaikan impor, tetapi memastikan barang yang masuk tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, dan ekspor industri nasional.

"Kita perlu memastikan impor produktif diikuti investasi, peningkatan kapasitas dan produktivitas industri, serta ekspansi pasar ekspor," ujarnya.

Saleh mengatakan pemerintah perlu menjaga sejumlah faktor yang menentukan daya saing industri, antara lain biaya energi dan logistik yang kompetitif serta ketersediaan bahan baku.

Selain itu, penguatan industri intermediate dan rantai pasok domestik, kepastian regulasi, perluasan akses pasar, serta hilirisasi juga diperlukan agar peningkatan impor memberikan dampak berkelanjutan terhadap industri dalam negeri.

Baca juga : Bamsoet-Menko Polkam Sepakat Keamanan Berusaha Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Dengan demikian, kata dia, impor bahan baku dan barang modal tidak berhenti sebagai pengeluaran devisa, tetapi menjadi bagian dari pembangunan kapasitas produksi dan peningkatan ekspor Indonesia di masa mendatang.

Di sisi lain, Kadin melihat prospek ekspor Indonesia masih positif hingga akhir 2026, terutama ditopang industri pengolahan yang menjadi tulang punggung ekspor.

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang meningkatkan ekspor antara lain industri makanan-minuman dan agroindustri, logam dan hilirisasi mineral, elektronika dan mesin, serta otomotif dan komponennya.

Sementara itu, industri padat karya seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur masih menghadapi tantangan berupa biaya produksi, produktivitas, teknologi, dan persaingan global.

Baca juga : Bamsoet: Ekonomi Kuat, Dunia Usaha Aman & Pertahanan Mandiri Kunci Kedaulatan Nasional

Kadin mendorong pergeseran struktur ekspor dari komoditas menuju produk manufaktur bernilai tambah dengan kandungan domestik yang lebih tinggi sehingga pertumbuhan perdagangan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap industri nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.