Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Naik 34,69 Persen Sasar Nasabah Gen Z & Milenial
Kamis, 1 Oktober 2026 18:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank BCA Syariah atau BCA Syariah terus menggenjot bisnis konsumernya di sepanjang tahun ini. Terutama dengan menyasar nasabah segmentasi pada Generasi (Gen) Z dan milenial.
Hingga Agustus 2026, pembiayaan konsumer BCA Syariah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,69 persen atau mencapai Rp 2,46 triliun secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan pembiayaan konsumer BCA Syariah lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan industri. Secara tahunan bisa tumbuh sekitar 30 persenan,” kata Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan dalam konferensi pers Kick-off BCA Syariah Journalist Writing Competition 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bukit merinci, pertumbuhan pembiayaan konsumer terjadi di beberapa segmen. Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 24,17 persen secara tahunan menjadi Rp 1,78 triliun.
Pembiayaan kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 32,59 persen menjadi Rp 78 miliar. Sedangkan pertumbuhan tertinggi berasal dari pembiayaan emas yang mencapai 81 persen secara tahunan menjadi Rp 598 miliar dari Rp 329 miliar pada Agustus 2025.
Yang menarik, kata Bukit, dari sisi profil nasabah pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA Syariah didominasi oleh Generasi Milenial dengan porsi mencapai 71 persen per Agustus 2026.
Baca juga : BCA Expo 2026 Dorong Literasi Keuangan Syariah
“Di segmen pembiayaan emas justru mengalami peningkatan penetrasi dari Gen Z yang hampir mencapai porsi 20 persen,” katanya.
Bukit menegaskan, untuk menangkap potensi pasar muda tersebut, BCA Syariah mengandalkan penguatan ekosistem digital melalui aplikasi mobile banking BSya.
Layanan ini, kata Bukit, memungkinkan nasabah mengakses berbagai fasilitas perbankan hingga pengajuan cicilan emas secara digital.
Bukit menegaskan, di tengah pertumbuhan yang agresif, Bukit menegaskan pentingnya menjaga prinsip kehati-hatian. Identifikasi nasabah (know your customer) tetap dijaga ketat. Selain itu, pemilihan mitra pemasok juga menjadi perhatian utama.
"Kami tidak hanya menyeleksi nasabah, tetapi juga memastikan mitra yang bekerja sama dapat dipercaya. Untuk produk emas, saat ini kami telah menetapkan tiga pemasok resmi yang terjamin kualitasnya," katanya.
Untuk pembiayaan emas, BCA Syariah bekerja sama dengan tiga pemasok emas, yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) berstandar internasional LBMA, PT Galeri Dua Puluh Empat (Galeri 24), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), yang menjamin kemurnian emas 99,99 persen (24 karat) serta kepastian harga transparan berakad murabahah.
Baca juga : BAZNAS Dan BCA Syariah Dirikan Dapur Umum Untuk Penyintas Gempa NTT
“Pembiayaan KPR, kami mengandalkan jaringan kerja sama dengan lebih dari 200 pengembang (developer) dan agen properti (broker),” ujarnya.
Pembiayaan KKB, BCA Syariah bermitra langsung dengan dealer resmi (authorozed dealer) untuk kepastian agunan dan legalitas dokumen.
Sementara pada pembiayaan Multijasa, pihaknya bekerja sama dengan agen travel umroh berizin resmi serta penyedia layanan kesehatan, seperti PT Morula Indonesia untuk program fertilitas bayi tabung (IVF).
Selanjutnya kata Bukit, BCA Syariah akan terus melakukan pengembangan layanan digital yang diperluas melalui BSya, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang sehat.
Di kesempatan yang sama, Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Masyita mengatakan, nasabah tidak perlu berpindah ke bank lain jika kebutuhan keuangannya sudah terpenuhi di satu tempat.
"Jika bank syariah memiliki variasi produk yang lengkap, nasabah tidak perlu melirik ke tempat lain. Semua tersedia di satu pintu. Inilah dasar terciptanya loyalitas," ujarnya.
Baca juga : BCA Syariah Berikan Apresiasi untuk Nasabah
Dian menambahkan, saat ini masih banyak nasabah yang memelihara dua atau lebih rekening di bank berbeda. Hal itu menunjukkan belum terpenuhinya seluruh kebutuhan di satu lembaga. Teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan perbankan syariah.
Digitalisasi, menurut dia, perlu berjalan bersama dengan keamanan layanan untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Dian menilai, kemajuan digitalisasi di BCA Syariah membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah secara keseluruhan di tahun mendatang.
"Teknologi adalah segalanya saat ini. Bank syariah yang mampu menghadirkan layanan gawai yang lengkap dan mudah digunakan akan lebih cepat berkembang. Di sinilah peran BCA Syariah dapat memberikan dorongan nyata bagi kemajuan sektor ini," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya