Dark/Light Mode

Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu

Senin, 5 Oktober 2026 11:55 WIB
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menggelar penanaman 10 ribu pohon mangrove di pesisir Kepulauan Seribu. (Foto: Dok. Pertamina Hulu Energi ONWj)
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menggelar penanaman 10 ribu pohon mangrove di pesisir Kepulauan Seribu. (Foto: Dok. Pertamina Hulu Energi ONWj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan rehabilitasi kawasan pesisir Kepulauan Seribu melalui penanaman 10 ribu pohon mangrove.

Kegiatan yang digelar pada pertengahan September lalu tersebut dipusatkan di wilayah Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.

Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga ekosistem pesisir sekaligus memitigasi dampak perubahan iklim.

Dalam pelaksanaannya, PHE ONWJ menggandeng berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, penyuluh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP), serta Kelompok Masyarakat Pegiat Mangrove Alam Seribu.

Baca juga : Pramono Siapkan Modal TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Head of Communication Relations & CID PHE ONWJ Indra Darmawan mengatakan, penanaman 10 ribu mangrove tersebut merupakan bagian dari program Alam Seribu yang berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove di wilayah Kepulauan Seribu.

"Kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan guna mencegah terjadinya abrasi pantai sekaligus menjadi langkah konkret kami dalam mitigasi perubahan iklim," kata Indra dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Program tersebut juga dirancang agar ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Kami merancang program ini agar ke depannya dapat memberikan dampak ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," ujarnya.

Baca juga : 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami

Dalam pelaksanaan di lapangan, SPKP memberikan pendampingan, sementara masyarakat lokal terlibat langsung dalam proses penanaman bibit mangrove.

Pelibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan terlibat sejak tahap awal, masyarakat diharapkan memiliki rasa kepedulian dan kepemilikan yang lebih kuat terhadap keberadaan mangrove di lingkungan tempat tinggal mereka.

Indra mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat nilai sosial melalui semangat gotong royong masyarakat.

"Ketika mereka terlibat langsung dari awal, secara otomatis rasa kepedulian dan kepemilikan mereka akan kelestarian ekosistem mangrove di tempat tinggalnya akan semakin meningkat," tuturnya.

Baca juga : Dukcapil Kepulauan Seribu Jemput Bola Rekam KTP-el Warga Berkebutuhan Khusus

Melalui program tersebut, PHE ONWJ berharap kawasan pesisir Kepulauan Seribu dapat memiliki sabuk hijau yang lebih kuat untuk menahan abrasi.

Selain manfaat lingkungan, kawasan mangrove yang terjaga juga diharapkan membuka peluang pengembangan ekowisata yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.