Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba Melonjak 253%, Pupuk Indonesia Siap Reinvestasikan Untuk Bangun 8 Pabrik
Selasa, 6 Oktober 2026 19:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) akan mereinvestasikan peningkatan kinerja keuangan perusahaan untuk membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan penguatan kinerja perusahaan memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan kapasitas industri sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian industri nasional.
“Pertumbuhan kinerja tidak berhenti sebagai capaian finansial saja, tetapi menjadi ruang bagi perusahaan untuk terus membangun kapasitas industri yang dibutuhkan Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Rahmad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Sepanjang Semester I 2026, Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp8,51 triliun atau tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan juga meningkat 51 persen menjadi Rp59,67 triliun, sementara EBITDA tumbuh 140 persen menjadi Rp14,28 triliun. Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional.
Baca juga : Angkat Transformasi dan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmi Buka PIMA 2026
Rahmad mengatakan peningkatan kinerja tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis yang dijalankan Pupuk Indonesia bersama Danantara Indonesia.
Transformasi dilakukan melalui operational and digital excellence, penguatan peran holding dan business streamlining, penyempurnaan distribusi public service obligation (PSO), serta penguatan bisnis komersial.
Menurut dia, transformasi dan peningkatan kinerja tersebut memperkuat kemampuan perusahaan untuk melakukan reinvestasi serta melanjutkan estafet industrialisasi yang telah dibangun sejak pendirian Pabrik PUSRI pada 1959.
“Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang,” katanya.
Delapan proyek yang akan dibangun dan direvitalisasi mencakup Amurea Pusri IIIB, Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, dan Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Jakbar & Pupuk Indonesia Dorong Perlindungan Pekerja
Selain memperkuat industri pupuk, Pupuk Indonesia juga mengembangkan bisnis kimia bernilai tambah melalui proyek Soda Ash di Bontang dan Gresik serta hilirisasi gas bumi melalui proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang.
Pupuk Indonesia juga memiliki agenda jangka panjang berupa pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pembangunan pabrik amonia dan urea atau Amurea di Maluku.
Rahmad mengatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem industri nasional, serta mendorong terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Indonesia Timur.
“Industrialisasi harus mampu menumbuhkan industri baru, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis,” ujarnya.
Dengan kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri.
Baca juga : Yayasan Astra-YDBA Dampingi Tempe Padasuka Menembus Pasar Global
Perusahaan juga terus melakukan revitalisasi pabrik, pembangunan kapasitas baru, dan diversifikasi usaha untuk memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pupuk serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Di sisi distribusi, Pupuk Indonesia sepanjang 2025 menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan penyaluran tersebut didukung implementasi sistem i-Pubers hingga Command Center serta penerapan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi.
“Keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari kinerja keuangan atau seberapa banyak pupuk yang diproduksi, tetapi dari seberapa besar kontribusi Pupuk Indonesia dalam memastikan pupuk semakin mudah diakses petani, memperkuat industri nasional, dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan,” kata Rahmad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya