Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Pabrik BYD Subang, DPR Minta Tenaga Kerja Lokal & TKDN Diperkuat
Sabtu, 5 September 2026 12:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menyoroti pentingnya prioritas penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengembangan industri kendaraan listrik PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat.
Menurut Rokhmat, kehadiran investasi BYD harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Penyerapan tenaga kerja Indonesia, kata dia, tidak boleh hanya terbatas pada posisi operator dan pekerjaan pendukung, tetapi juga perlu diperluas hingga bidang administrasi dan manajemen.
"Kita jangan sampai tenaga lokal hanya dipakai seperti OB, security, atau operator. Tenaga lokal juga harus masuk ke administrasi, manajemen, dan sebagainya," kata Rokhmat saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai jenjang pekerjaan penting agar investasi industri kendaraan listrik turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Baca juga : DPR Ke BYD: Jangan Cuma Buka Lapangan Kerja, Tapi Transfer Teknologi Juga
Ia mengapresiasi kehadiran BYD dan menilai investasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, manfaat investasi tersebut diharapkan juga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar kawasan industri.
"Kami dari Fraksi Partai Gerindra mengapresiasi kehadiran BYD karena investasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya dikutip RM.id dari situs DPR, Sabtu (5/9/2026).
Selain penyerapan tenaga kerja, Rokhmat juga menekankan pentingnya peningkatan TKDN dalam kegiatan produksi kendaraan listrik. Ia mendorong BYD untuk melibatkan industri lokal, termasuk pelaku usaha kecil, dalam rantai pasok perusahaan.
Menurut dia, penggunaan komponen dan produk dalam negeri dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional.
Baca juga : Cek Endra: Pabrik BYD Jadi Bukti Hilirisasi dan Percepat Transisi Energi
"Gunakanlah TKDN supaya suplai lokal melibatkan masyarakat sekitar dan industri kecil sehingga mereka bisa menjadi pemasok untuk BYD," katanya.
Rokhmat menilai kehadiran industri besar seharusnya dapat menciptakan ekosistem yang saling memperkuat dengan pelaku usaha dan industri yang telah berkembang di sekitarnya. Oleh karena itu, pengembangan pabrik kendaraan listrik tidak boleh justru membuat industri lokal tersisih.
"Saya berharap keberadaan pabrik BYD di Subang tidak hanya menjadi pusat produksi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri dalam negeri. Industri kita justru harus saling menghidupkan. Tentunya ini akan menjadi perhatian di Komisi XII," ujar Rokhmat.
Ia menegaskan Komisi XII DPR RI akan memberikan perhatian terhadap perkembangan investasi dan pengembangan industri kendaraan listrik agar manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi tenaga kerja, masyarakat, dan pelaku industri dalam negeri.
Baca juga : Pabrik BYD Subang Bakal Serap 20.000 Tenaga Kerja
Menurut Rokhmat, penguatan tenaga kerja lokal dan peningkatan TKDN perlu berjalan beriringan agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi investasi dan produksi kendaraan listrik, tetapi juga mampu membangun ekosistem industri yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya