Dark/Light Mode

Gandeng The Climate Group, PLN Kembangkan Produk Energi Hijau

Rabu, 7 Oktober 2026 21:04 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu yang berlokasi di Kabupaten Manggarai NTT dengan kapasitas total 10 MW. PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan Green Energy as a Service (GEAS) REC PLN.(Foto: Dok. PLN)
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu yang berlokasi di Kabupaten Manggarai NTT dengan kapasitas total 10 MW. PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan Green Energy as a Service (GEAS) REC PLN.(Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) memperkuat pengembangan produk energi hijau untuk membuka peluang investasi berkelanjutan di Indonesia.

Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Climate Group dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan dunia usaha terhadap energi berkelanjutan yang andal, transparan, dan kredibel, sekaligus mendorong masuknya investasi hijau ke Indonesia.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, posisi strategis Indonesia dan besarnya potensi energi terbarukan menjadi modal kuat untuk menarik investasi hijau.

“Indonesia diberkahi geothermal. Indonesia diberkahi sinar matahari, sumber daya air, tenaga hidro. Kita memiliki banyak sumber energi yang merupakan bagian dari sektor berkelanjutan,” ujar Hashim.

Baca juga : Kerek Investasi Hijau, Pemerintah Benahi Regulasi

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, mengatakan, potensi energi terbarukan harus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi.

Menurut dia, kerja sama dengan The Climate Group menjadi langkah strategis mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan solusi energi hijau yang dikembangkan PLN.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri,” kata Darmawan dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Darmawan mengatakan kebutuhan energi hijau terus meningkat. Pada 2025, pelanggan Renewable Energy Certificate (REC) PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 terawatt hour (TWh).

Angka ini meningkat dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan REC datang antara lain dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, makanan, hingga pusat data.

Baca juga : Zulhas Segera Benahi Regulasi Yang Ruwet

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan kolaborasi dengan The Climate Group akan memperkuat ekosistem energi hijau sekaligus membuka peluang investasi baru.

The Climate Group merupakan organisasi internasional yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan menaungi lebih dari 400 perusahaan global melalui inisiatif RE100.

Melalui MoU tersebut, PLN dan The Climate Group akan mengidentifikasi kebutuhan energi terbarukan anggota RE100 yang telah beroperasi maupun berencana berinvestasi di Indonesia.

Kedua pihak juga akan mengembangkan produk energi hijau melalui studi, asistensi teknis, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kerja sama mencakup kajian penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), peningkatan transparansi dan kredibilitas perhitungan emisi dalam transaksi REC, serta riset kebijakan ketenagalistrikan.

Baca juga : Jerman Gandeng Indonesia Kembangkan Investasi Hijau

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) The Climate Group, Helen Clarkson, menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan utama energi terbarukan.

Namun, potensi tersebut membutuhkan investasi bisnis untuk membangun proyek energi bersih dan memastikan pasokan listrik terbarukan yang andal serta terjangkau.

“Kami sangat antusias bekerja sama dengan para anggota kami dan PLN untuk membantu mewujudkan ketahanan energi, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat dihadirkan oleh energi terbarukan bagi Indonesia,” ujar Helen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.