Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KLH Ajak Dunia Usaha Berinvestasi Hijau
Rehabilitasi Ekosistem Wujud Tobat Ekologis
Minggu, 12 Juli 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak dunia usaha mengambil peran lebih besar dalam memulihkan lingkungan yang terdegradasi.
Melalui investasi hijau dan rehabilitasi ekosistem, sektor swasta didorong berkontribusi dalam gerakan pertobatan ekologis, sekaligus mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon menuju Indonesia asri.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengatakan, pelaku usaha dapat memulai langkah tersebut dengan mengalokasikan investasi pada program-program pemulihan lingkungan dan rehabilitasi ekosistem.
Menurutnya, upaya itu bagian dari gerakan pertobatan ekologis, sekaligus mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon.
“Melalui semangat tobat ekologis dan sinergi biru, kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih asri, bersih, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujar Jumhur dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : Bahlil Dianggap Mampu Terjemahkan Visi Presiden
Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu menegaskan, dunia usaha tidak perlu ragu mengalokasikan sebagian sumber daya perusahaan untuk mendukung pemulihan lingkungan.
Menurutnya, kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sehingga proses pemulihannya juga harus dilakukan secara kolektif.
“Saya mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan sektor swasta lainnya di Indonesia untuk mengikuti jejak baik. Jangan ragu menginvestasikan sebagian sumber daya perusahaan Anda bagi pemulihan lingkungan,” katanya.
Menurut Jumhur, keterlibatan dunia usaha dalam rehabilitasi lingkungan akan menumbuhkan komitmen jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, sekaligus mencegah terulangnya kerusakan alam.
“Kalau kita sudah menanam pohon, tentu kita tidak ingin lagi merusak hutan. Justru kita akan terdorong untuk terus menanam pohon,” ujarnya.
Baca juga : Demokrat Jabar Dorong Kader Lakukan Persiapan Sejak Dini
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menilai, gerakan menanam pohon dan mangrove harus menjadi budaya seluruh lapisan masyarakat.
Pasalnya, kerusakan lingkungan tidak hanya dipicu aktivitas industri, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang mengabaikan kelestarian alam.
Karena itu, pelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media dan seluruh elemen bangsa.
Gerakan penanaman pohon dan mangrove, kata dia, merupakan refleksi untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam setelah berbagai aktivitas yang selama ini berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.
“Kegiatan menanam mangrove dan berbagai jenis tanaman bagian dari pertobatan ekologis nasional. Ini menjadi wujud ikhtiar kita memperbaiki hubungan dengan alam setelah berbagai aktivitas yang sering kali mengabaikan lingkungan,” ujar Jumhur.
Baca juga : Pemerintah Optimistis Bakal Pulih 6 Bulan Lagi
Indonesia memiliki modal besar untuk menjalankan agenda pemulihan lingkungan. Sebagai negara megabiodiversitas yang berada di kawasan khatulistiwa serta diapit Benua Asia dan Australia, juga Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat tinggi.
Selain itu, Indonesia memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia. Ekosistem ini berperan penting melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut.
Mangrove juga menjadi penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 12 Juli 2026 dengan judul "KLH Ajak Dunia Usaha Berinvestasi Hijau Rehabilitasi Ekosistem Wujud Tobat Ekologis"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya