Dark/Light Mode

Syngenta Percepat Transformasi Pertanian Padi Lewat Teknologi dan Inovasi

Jumat, 9 Oktober 2026 06:16 WIB
Syngenta Indonesia mengembangkan teknologi drone dan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas padi serta efisiensi budi daya pertanian.
Syngenta Indonesia mengembangkan teknologi drone dan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas padi serta efisiensi budi daya pertanian.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penerapan teknologi dan inovasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi di Indonesia.

Teknologi seperti drone untuk perlindungan tanaman hingga pengembangan varietas unggul dinilai dapat membantu petani menghadapi perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, dan tantangan budi daya.

Upaya tersebut diperlihatkan Syngenta Indonesia melalui Rice Innovation Day yang menjadi bagian dari Festival Padi Petani MAJU 2026 di Crop Protection Development (CPD) Syngenta, Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Kegiatan ini mempertemukan riset, teknologi aplikasi, pengembangan varietas dan produk, serta pengujian lapangan untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pertanian Indonesia.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, peningkatan produksi pangan perlu diikuti dengan penguatan produktivitas, efisiensi, dan ketahanan petani dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Swasembada pangan tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan ketahanan petani menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, inovasi harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan dan dapat diterapkan oleh petani,” ujar Eryanto.

Riset dan pengembangan (R&D) Cikampek yang berdiri sejak 1980 kini menjadi bagian dari jaringan riset global Syngenta sekaligus Center of Excellence for Crop Protection Development kawasan Asia, Middle East and Africa (AMEA).

Baca juga : Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Pangan Indonesia

Fasilitas seluas sekitar 14,5 hektare tersebut didukung tambahan lima hektare lahan basah dan kering untuk penelitian, mulai dari tahap awal hingga pengujian lapangan.

CPD Head Syngenta Indonesia Nanin Noorhajati mengatakan, pengembangan teknologi harus memastikan hasil penelitian dapat menjawab persoalan yang dihadapi petani.

“Kami ingin memastikan apa yang dikembangkan melalui penelitian dapat menjawab tantangan yang benar-benar dihadapi petani. Karena itu, proses inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi terus diuji dalam kondisi nyata di lapangan,” ujar Nanin.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan ialah penggunaan pesawat nirawak atau drone untuk aplikasi perlindungan tanaman.

Teknologi ini dinilai dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus mempercepat dan meningkatkan ketepatan aplikasi.

Berdasarkan pengujian dan pengalaman lapangan Syngenta Indonesia, penggunaan drone dalam kondisi tertentu berpotensi mempercepat aplikasi hingga 30 kali, menghemat biaya perlakuan hingga 50 persen, serta mengurangi penggunaan air hingga 90 persen per hektare.

Pengembangan teknologi tersebut juga mencakup penyusunan standar operasional, pengembangan produk untuk aplikasi drone, termasuk Ultra Low Volume (ULV), uji efikasi, serta edukasi dan pendampingan bagi pengguna.

Baca juga : Perencanaan SDM di Tengah Perubahan Teknologi: Kebutuhan dan Kesiapan Karyawan

Melalui Application Technology Laboratory, Syngenta menguji penerapan teknologi dari aspek pemilihan nosel, ukuran butiran semprotan atau droplet, distribusi, hingga pola semprotan.

Aspek tersebut menentukan efektivitas aplikasi sehingga keberhasilan teknologi pertanian tidak hanya bergantung pada perangkat dan produk, tetapi juga ketepatan penerapannya.

R&D Cikampek juga mendukung penelitian organisme pengganggu tanaman dan pengembangan solusi perlindungan tanaman melalui isolasi fungi serta pemeliharaan serangga.

Hasil penelitian tersebut dikaitkan dengan kondisi lapangan untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih sesuai bagi petani.

Selain itu, pendekatan perlindungan tanaman sejak tahap awal diperkenalkan melalui Rice Growth Staging and Seedcare.

Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami fase pertumbuhan tanaman dan melindungi benih agar tanaman mampu menghadapi tekanan hama dan penyakit sejak awal.

Dalam kegiatan tersebut, Syngenta juga memperkenalkan NK Ningrat, varietas padi dengan karakter Bening, Berat, dan Tangguh.

Baca juga : Standard Chartered Perkuat Kolaborasi Inovasi Pembiayaan Ekonomi Biru

Karakter Bening mencerminkan kualitas dan penampilan beras, Berat menggambarkan potensi hasil panen yang tinggi, sedangkan Tangguh menunjukkan kemampuan tanaman menghadapi tantangan budi daya dan penyakit.

Varietas tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan petani, khususnya di lahan tadah hujan yang memiliki tantangan produktivitas lebih tinggi.

Ketua Tim Promosi Barang dan Jasa Industri Internasional Kementerian Perindustrian Seno Aribowo mengatakan, peningkatan produktivitas pertanian perlu berjalan seiring dengan pengembangan teknologi dan hilirisasi.

“Pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa. Di tengah ketidakpastian global dan tantangan iklim, penguatan produktivitas pertanian perlu berjalan bersama dengan pengembangan teknologi dan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah bagi rantai pasok nasional dan petani,” ujarnya.

Penerapan teknologi tersebut menunjukkan bahwa transformasi pertanian tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi penggunaan sumber daya dan penguatan kapasitas petani.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, peneliti, industri, penyuluh, dan petani diperlukan agar inovasi dapat diterapkan secara nyata di lahan.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan dan mendukung swasembada pangan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.