Dark/Light Mode

PLN EPI Tekankan Kolaborasi untuk Perkuat Reputasi dan Kepercayaan Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 19:00 WIB
Kiri ke Kanan : Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB Alfian Helmi,  CEO PR Indonesia Asmono Wikan, Moderator Acara Dosen Ilmu Komunikasi UNS Likha Sari Anggreni, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonedia Mamit Setiawan dan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Imigrasi dan Pemasyrakatan Mochamad Akbar Hadi Prabowo dalam sesi Conference The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional, Surakarta pada Rabu (7/10).
Kiri ke Kanan : Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB Alfian Helmi, CEO PR Indonesia Asmono Wikan, Moderator Acara Dosen Ilmu Komunikasi UNS Likha Sari Anggreni, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonedia Mamit Setiawan dan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Imigrasi dan Pemasyrakatan Mochamad Akbar Hadi Prabowo dalam sesi Conference The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional, Surakarta pada Rabu (7/10).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi strategis dalam membangun reputasi serta kepercayaan publik.

Publikasi dinilai tidak cukup untuk memperkuat kredibilitas perusahaan tanpa dukungan nyata dari para pemangku kepentingan. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam konferensi The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Rabu (7/10/2026).

Forum bertema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik” tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani serta praktisi komunikasi dari berbagai institusi pemerintah dan korporasi.

Dalam paparannya bertajuk “From Communication to Trust: Mengelola Stakeholder dan Reputasi di Tengah Ekspektasi Publik”, Mamit menjelaskan bahwa karakteristik bisnis energi primer, yang mencakup gas, gas alam cair (liquefied natural gas atau LNG), batu bara, dan biomassa, membutuhkan komunikasi yang mampu membangun kepercayaan pemerintah, regulator, mitra bisnis, media, dan masyarakat.

Baca juga : PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Limbah Jadi Bahan Bakar Biomassa

“Ketika stakeholder utama Anda adalah pemerintah dan mitra bisnis dalam business-to-business (B2B) dan government-to-business (G2B), kepercayaan tidak dibangun lewat jangkauan, tetapi lewat legitimasi: kesediaan pejabat dan mitra untuk berdiri bersama narasi yang Anda bangun,” ujar Mamit.

Menurut Mamit, PLN EPI menerapkan pendekatan komunikasi inform, engage, dan trust untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi, khususnya proyek gasifikasi pembangkit.

Strategi tersebut dijalankan melalui pemetaan pemangku kepentingan, komunikasi yang konsisten, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis.

Salah satu implementasinya adalah program komunikasi GASKITA yang mendukung pengembangan infrastruktur gasifikasi PLN EPI.

Program tersebut mencatat peningkatan publikasi dari 758 pemberitaan pada Agustus 2025 menjadi 1.194 pemberitaan hingga Juli 2026, atau naik sekitar 57 persen.

Baca juga : PPRO Raih Dua Penghargaan, Perkuat Reputasi dan Komitmen Membangun Kepercayaan

Meski demikian, Mamit menegaskan bahwa jumlah publikasi bukan satu-satunya indikator keberhasilan komunikasi.

Dukungan pemangku kepentingan, legitimasi institusional, dan keberlanjutan kolaborasi juga menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas perusahaan.

“Strategi komunikasi yang kami rancang dimulai dari pemetaan stakeholder berdasarkan power dan interest, pendekatan kepada regulator, kepala daerah, mitra bisnis hingga media. Pada akhirnya, legitimasi institusional menjadi mata uang kepercayaan bagi kami,” jelas Mamit.

Sementara itu, pendiri sekaligus CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan, menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi dialogis dalam membangun kepercayaan publik.

Menurut dia, komunikasi kehumasan perlu berkembang dari sekadar penyampaian informasi menjadi ruang dialog yang mampu menjawab kebutuhan dan ekspektasi masyarakat.

Baca juga : PLN EPI Raih Tiga Penghargaan ICA dan ISDA 2026

Konferensi AHI 2026 juga menghadirkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mochamad Akbar Hadi Prabowo serta Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi.

PLN EPI terus memperkuat peran komunikasi korporasi sebagai instrumen strategis untuk membangun hubungan dan kepercayaan dengan para pemangku kepentingan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga reputasi perusahaan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Bagi PLN EPI, publikasi membangun visibilitas, kolaborasi memperkuat legitimasi, dan konsistensi melahirkan kepercayaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.