Dark/Light Mode

PRUCare 360 Syariah Bantu Peserta Kebutuhan Hidup di Usia Non-Produktif

Kamis, 15 Oktober 2026 20:35 WIB
peluncuran asuransi jiwa PRUCare 360 Syariah, di Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Irma Yulia/Rakyat Merdeka/RM.id)
peluncuran asuransi jiwa PRUCare 360 Syariah, di Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Irma Yulia/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah (PRUCare 360 Syariah), solusi perlindungan jiwa syariah tradisional dengan manfaat perlindungan dan persiapan dana masa depan untuk membantu peserta mempersiapkan kebutuhan hidup di usia non-produktif.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, selain memberikan perlindungan jiwa, PRUCare 360 Syariah dilengkapi dengan Manfaat Dana Usia Non-Produktif yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel.

Termasuk, untuk mendukung kebutuhan pembiayaan penunjang kesehatan, sehingga peserta dapat terus menikmati perlindungan berkelanjutan tanpa jeda dalam satu Polis hingga usia 80 tahun.

Vivin menambahkan, produk ini tersedia dalam dua pilihan plan, yaitu Plan Prime dan Plan Classic.

Ia menambahkan, produk ini dihadirkan karena setiap fase hidup membawa kebutuhan dan risiko yang berbeda. Sayangnya, sebagian besar perlindungan yang dimiliki masyarakat saat ini masih terikat pada usia produktif.

“Ketika fase hidup berganti, manfaat kesehatan saat bekerja dan penghasilan rutin umumnya berhenti atau berkurang, justru pada saat kebutuhan dan risiko kesehatan terus meningkat,” ujar Vivin, dalam acara peluncuran asuransi jiwa PRUCare 360 Syariah, di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Vivin mengingatkan, tekanan biaya kesehatan perlu diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang.

Baca juga : Prudential Syariah Raih 3 Penghargaan Prominent Awards 2026 Perkuat Perlindungan

Mengingat, inflasi medis Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026, atau sekitar tujuh kali lipat inflasi umum yang berada di kisaran 2,5 persen.

“Bayangkan, ketika di usia non-produktif, alias saat lanjut usia, inflasi ini bisa naik dengan perkiraan sampai 19,9 persen di 2045,” katanya. 

Menurutnya, tanpa perlindungan yang berkelanjutan, biaya kesehatan yang terus naik berisiko menggerus tabungan dan menjadi beban bagi keluarga.

Bahkan, kondisi ini juga dirasakan oleh generasi muda, yang di antaranya menanggung kebutuhan orang tua sambil menyiapkan masa depannya sendiri, atau dikenal sebagai sandwich generation.

Kondisi ini, kata Vivin, terlihat dari data BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menunjukkan 1 dari 3 keluarga, ata 33,98 persen di Indonesia kini hidup bersama lansia.

Sementara itu, berdasarkan Financial Mindset of Young Adults in Asia 2025, 88 persen anak muda Indonesia berusia 20–35 tahun ingin memiliki perlindungan finansial agar tidak menjadi beban keluarga di masa tua.

Serta, 77 persen anak muda di Asia menempatkan keamanan finansial sebagai kecemasan utama mereka.

Baca juga : Prudential Syariah & LAZ Al Azhar Renovasi Sekolah Warga Terdampak Bencana NTT

“Ini menunjukkan, menyiapkan perlindungan sejak usia produktif menjadi langkah nyata untuk melindungi diri sendiri, sekaligus memastikan masa tua tidak menjadi beban finansial bagi anak,” tuturnya.

Dengan fase kehidupan yang terus berganti, serta setiap fase membawa kebutuhan berbeda, maka perlindungan diri sendiri dan keluarga seharusnya tidak ikut berhenti.

“Melalui PRUCare 360 Syariah, kami ingin memastikan perlindungan Peserta lanjut tanpa jeda dalam satu Polis, dari usia produktif hingga usia non-produktif,” kata Vivin. 

Dengan begitu, langkah ini diharapkan turut memutus rantai sandwich generation agar tidak berlanjut ke generasi berikutnya.

Di kesempatan yang sama, Chief Product and Health Officer Prudential Syariah Ika Meynita menjelaskan, di usia produktif, peserta mendapatkan perlindungan jiwa dan dukungan untuk kebutuhan rawat inap (khusus Plan Prime).

“Saat memasuki usia non-produktif, peserta memiliki Dana Usia Non-Produktif yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk kebutuhan perawatan kesehatan, tanpa proses underwriting ulang di titik transisi," kata Ika.

Hal ini sejalan dengan rangkaian manfaat PRUCare 360 Syariah yang menyesuaikan kebutuhan di setiap fase kehidupan, melalui konsep 3 Proteksi, 6 Manfaat dan 0 (nol) Worry.

Baca juga : Prudential Syariah Komit Hadirkan Perlindungan dan Masa Depan Nasabah

Yakni, 3 Proteksi sebagai perlindungan jiwa hingga usia 80 tahun, perlindungan finansial penunjang kesehatan, serta perlindungan finansial bagi keluarga tercinta.

Lalu 6 Manfaat, usia produktif, peserta mendapatkan Santunan Meninggal Dunia sebesar 100 persen Santunan Asuransi, serta Santunan Harian Rawat Inap dan ICU (khusus Plan Prime).

Sedangkan, saat memasuki usia non-produktif, peserta memiliki Dana Usia Non-Produktif sebesar minimum 100 persen Santunan Asuransi, yang dapat digunakan penunjang biaya rawat inap/pembedahan. Serta, dapat dilakukan penarikan sebagian Dana Nilai Tunai untuk kebutuhan lainnya,

Santunan Meninggal Dunia sebesar 50 persen Santunan Asuransi, hingga Manfaat Akhir Kepesertaan sesuai syarat dan ketentuan Polis.

Terakhir, 0 Worry yaitu perlindungan berlanjut tanpa jeda dari usia produktif hingga usia non-produktif, dengan pilihan Masa Pembayaran Kontribusi yang fleksibel, mulai dari 8 tahun, 12 tahun, atau hingga usia non-produktif dan Nilai Kontribusi yang tetap.

Dengan rangkaian manfaat tersebut, peserta terus dapat terlindungi dari mulai fase hidup di usia produktif hingga ke usia non-produktif.

“Semakin dini dimulai, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan dan perlindungan tetap berlanjut tanpa jeda di setiap fase kehidupan,” kata Ika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.