Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Prudential Syariah Komit Hadirkan Perlindungan dan Masa Depan Nasabah
Sabtu, 22 Agustus 2026 16:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di usia 84 tahun, Auzar tak pernah membayangkan harus kembali memikul tanggung jawab besar. Kepergian keponakan satu-satunya akibat kecelakaan pada 2026 bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga amanah untuk melanjutkan pengelolaan sebuah yayasan pendidikan di Bandung yang menaungi sekitar 700 murid.
Selama bertahun-tahun, Auzar dan keponakannya mengelola yayasan tersebut bersama. Sang keponakan menjadi sosok yang mengatur operasional dan keuangan yayasan, sementara Auzar mendampingi jalannya kegiatan pendidikan.
Kehilangannya membuat Auzar bukan hanya kehilangan anggota keluarga terdekat, tetapi juga rekan yang selama ini berbagi tanggung jawab membangun masa depan ratusan anak.
Di tengah suasana duka, satu hal terus memenuhi pikirannya: bagaimana menjaga keberlangsungan yayasan yang telah mereka bangun bersama.
Di usianya yang tidak lagi muda, Auzar mengaku sempat khawatir apakah dirinya mampu melanjutkan amanah tersebut. Jauh sebelum musibah itu datang, sang keponakan diam-diam sudah membuat sebuah janji.
Pada Oktober 2025, ia memperoleh perlindungan asuransi jiwa syariah dari Prudential Syariah melalui proses referral dan menunjuk Auzar sebagai penerima manfaat, tanpa sepatah kata pun kepada pamannya.
"Saya baru tahu kalau ternyata keponakan saya sudah memikirkan semua ini sejak lama. Dia khawatir kalau suatu saat dirinya meninggal, saya akan kebingungan, apalagi selama ini dia yang mengatur keuangan yayasan. Saya sudah tua, tapi saya tetap ingin menjaga amanah yang ditinggalkannya," ujar Auzar.
Setelah proses pemakaman selesai, Auzar mulai mengurus administrasi pencairan manfaat asuransi dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, hingga manfaat dan santunan sebesar Rp562 juta diterimanya.
Bagi Auzar, manfaat tersebut bukan sekadar bantuan finansial. Kehadirannya memberikan ketenangan di tengah masa berkabung sekaligus membantunya melanjutkan operasional yayasan dan menjaga amanah yang telah diwariskan sang keponakan.
"Alhamdulillah, Prudential Syariah sangat membantu saya melewati masa-masa sulit setelah saya ditinggal keponakan. Saya hanya tinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Saya didampingi dari awal sampai akhir, prosesnya juga mudah dan sangat transparan," ujar Auzar.
Baca juga : Hari Anak Nasional 2026, Prudential Syariah Dorong Masa Depan Anak
Manfaat perlindungan ini pun terasa melampaui Auzar seorang. Sebagai pengelola yayasan pendidikan, ia mengakui bahwa dana yang diterimanya turut menjaga keberlangsungan kegiatan belajar bagi sekitar 700 murid, sehingga kebutuhan sekolah tetap dapat terpenuhi tanpa hambatan.
"Yang saya syukuri, manfaat ini tidak hanya membantu saya secara pribadi, tetapi juga anak-anak di yayasan. Kegiatan belajar tetap berjalan. Jadi perlindungan ini benar-benar menyentuh banyak orang, bukan hanya keluarga yang ditinggalkan," ujar Auzar.
Bagi Auzar, pengalaman ini memperlihatkan bahwa perlindungan bukan hanya tentang mempersiapkan diri menghadapi risiko, tetapi juga tentang menjaga orang-orang yang kita cintai ketika kita sudah tidak lagi bersama mereka.
Melalui prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam dana tabarru', manfaat yang diterimanya menjadi wujud kepedulian yang tetap dirasakan keluarga yang ditinggalkan.
Bagi sang keponakan, yayasan dan keluarganya adalah yang nomor satu di hatinya. Perlindungan yang ia siapkan diam-diam menjadikan janji itu nyata — memastikan yang ia cintai tetap terjaga meski ia telah tiada.
Baca juga : Prudential Syariah Borong 3 Penghargaan Perkuat Posisi Asuransi Jiwa Syariah
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan, tugas Prudential Syariah adalah memastikan janji seperti itu benar-benar sampai.
"Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir — melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata," ujar Vivin dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Kini, setiap hari ketika melihat aktivitas di yayasan yang tetap berjalan, Auzar merasa dirinya sedang menunaikan sebuah amanah yang telah dipercayakan kepadanya.
"Saya berharap kisah saya bisa menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan saja. Perlindungan yang dipersiapkan sejak dini bukan hanya memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang yang kita tinggalkan," tutup Auzar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya