Dark/Light Mode

Perkuat Koperasi Merah Putih

Perum Bulog & ID Food Pangkas Rantai Pangan

Minggu, 18 Oktober 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Instagram/ahmadrizal.ramdhani)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Instagram/ahmadrizal.ramdhani)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog dan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan ID Food memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai jaringan distribusi pangan hingga tingkat desa. Dengan penguatan ini diharapkan masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan KDKMP merupakan bagian dari upaya mendekatkan akses pangan kepada masyarakat serta memperkuat infrastruktur pelayanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

Sebagai langkah awal, Bulog telah menuntaskan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 107 titik KDKMP di tujuh provinsi.

Total volume penyaluran mencapai 53.500 kilogram atau 53,5 ton beras, setara dengan 10.700 kemasan berukuran 5 kilogram beras. Seluruh penyaluran tersebut telah terealisasi 100 persen.

Rinciannya, sebanyak 47 KDKMP berada di Jawa Tengah, 42 di Jawa Timur, masing-masing 5 di Lampung, serta masing-masing 4 di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Satu titik lainnya berada di Banten.

“Bulog secara paralel tengah melanjutkan proses pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP, yang selanjutnya ditargetkan dapat diperluas secara bertahap hingga 8.000 titik,” terang Rizal dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Rizal menjelaskan, perluasan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, dan ketentuan penugasan Pemerintah agar pasokan dapat berjalan berkelanjutan.

Selain menjadi saluran distribusi beras SPHP, KDKMP juga mulai dimanfaatkan sebagai titik serah Program Bantuan Pangan.

Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 KDKMP di lima provinsi telah menjadi lokasi penyerahan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Baca juga : Pemprov Diingatkan 12 PR Tingkatkan Layanan

Lokasi tersebut terdiri atas 16 titik di Jawa Timur, 5 titik di Jawa Barat, 4 titik di Jawa Tengah, 2 titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 1 titik di Sulawesi Selatan.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan terus berjalan tanpa hambatan, sekaligus membuka kesempatan bagi koperasi untuk meningkatkan kesiapan dan kapasitas pelayanannya,” ungkapnya.

Untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi, Bulog terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), PT Agrinas Pangan Nusantara, Pemerintah Daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Rizal berharap, sinergi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN tersebut memperkuat KDKMP sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok yang terintegrasi dengan program pangan Pemerintah.

Perluas Pasar

Sejalan dengan penguatan distribusi pangan oleh Bulog, ID Food juga mendorong KDKMP menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat yang tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga membuka akses pasar bagi hasil panen petani.

Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan, ketersediaan bahan pangan dan kesiapan sarana distribusi menjadi faktor penting dalam mendukung operasional koperasi, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.

“Karena itu, kesiapan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama untuk komoditas pangan, perlu menjadi perhatian bersama agar koperasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Ghimoyo di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Untuk memastikan kesiapan tersebut, ID Food bersama Bapanas turun langsung memantau pasokan pangan di sejumlah KDKMP di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).

Koperasi yang dikunjungi antara lain KDMP Pangenjurutengah, Doplang, Mranti, Sidomulyo, Cangkreplor, Cangkrepkidul, dan Ganggeng.

Baca juga : Nottingham Forest Vs Arsenal, Tak Semudah Itu Menuju Puncak...

Ghimoyo menjelaskan, KDKMP juga diharapkan menjadi pembeli hasil produksi masyarakat setempat, sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, keberadaan koperasi dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan, sekaligus membuka peluang pemasaran bagi produsen dan pelaku usaha di tingkat desa.

Dalam mendukung rantai pasok tersebut, ID Food bersinergi dengan Pemerintah, BUMN, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan KDKMP.

Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara terkait penyediaan dan distribusi gula untuk kebutuhan koperasi.

Menurut Ghimoyo, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pasokan pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain gula, ID Food juga menjajaki penyediaan dan distribusi komoditas pangan pokok lainnya dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, karakteristik konsumsi, serta potensi komoditas di masing-masing daerah.

ID Food turut melibatkan anak usahanya, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Rajawali Nusindo, untuk mendukung koordinasi dan penyiapan kebutuhan distribusi komoditas di tingkat koperasi.

Terpisah, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan mengatakan, KDKMP diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan, imbuhnya, masyarakat diharapkan dapat mengakses komoditas seperti beras SPHP, MinyaKita, gula, tabung gas 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi tanpa melalui rantai perantara yang panjang.

Baca juga : Pindah Ke Ducati, Pedro Acosta Ingin Berguru Ke Marquez

Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga diarahkan untuk memperluas akses layanan pembiayaan berbunga rendah.

Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan yang lebih terjangkau.

“Sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi, termasuk rentenir,” tandas Hermawan.

Penguatan peran koperasi tersebut sejalan dengan pemantauan serentak yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan terhadap 10.070 titik KDKMP di sembilan provinsi pada Kamis (15/10/2026).

Wilayah pemantauan meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pun menegaskan, KDKMP merupakan bagian dari strategi Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap program bantuan dan subsidi pemerintah.

“KDKMP dibangun agar perekonomian tumbuh di desa. KDKMP juga akan berperan sebagai agen bank-bank BUMN,” pungkas Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan dalam rilisnya, Kamis (15/10/2026). [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.