Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
MBG & KDMP Berpeluang Jadi Motor Baru Ekonomi Desa, Ini Syaratnya
Senin, 19 Oktober 2026 19:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpeluang menjadi motor baru penggerak ekonomi desa melalui pelibatan petani, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi lokal dalam rantai pasok program pemerintah.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian mengatakan, kedua program tersebut memiliki potensi besar untuk memperluas pasar usaha lokal sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Jika bahan baku MBG dibeli dari petani dan UMKM di sekitar dapur, uang akan berputar beberapa kali di desa dan menciptakan efek pengganda,” ujar Dzulfian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurut dia, besarnya belanja pemerintah melalui kedua program tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas apabila kebutuhan pasokan dipenuhi oleh pelaku usaha di daerah. Dengan demikian, perputaran uang tidak hanya mendukung pelaksanaan program, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pandangan tersebut sejalan dengan hasil Survei UMKM yang dilakukan Indef terhadap 1.806 pelaku UMKM formal dan informal pada Agustus 2026. Survei itu menunjukkan MBG dan KDMP telah dikenal luas, meskipun keterlibatan UMKM sebagai pemasok dan mitra masih perlu diperluas.
Dzulfian menilai, semakin banyak UMKM yang terlibat dalam rantai pasok, semakin besar peluang program tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat. Perluasan basis pemasok juga dapat mendorong persaingan sehat, meningkatkan kualitas produk, dan menekan biaya pengadaan.
Baca juga : Koperasi Desa Disiapkan Untuk Salurkan Bansos
“Semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar, semakin banyak pilihan pemasok bagi dapur MBG. Persaingan yang sehat akan meningkatkan mutu, menekan biaya, dan memperluas manfaat program bagi masyarakat,” katanya.
Dzulfian mengatakan, KDMP dapat mengambil peran strategis sebagai penghubung antara petani dan UMKM dengan dapur MBG. Melalui koperasi, produksi lokal dapat dihimpun agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan dalam volume, mutu, dan kontinuitas yang terjaga.
Menurut dia, petani dan usaha mikro yang selama ini memiliki keterbatasan kapasitas dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui mekanisme agregasi tersebut. KDMP juga dapat membantu memastikan produk lokal memenuhi standar yang dibutuhkan oleh dapur MBG.
“KDMP dapat berperan sebagai agregator yang menghimpun produksi lokal, menjaga standar mutu, lalu memasoknya ke dapur MBG,” ujarnya.
Selain memperkuat rantai pasok pangan, KDMP berpeluang mendukung keberlangsungan warung dan usaha kecil di pedesaan. Dzulfian menyarankan, agar koperasi tersebut dikembangkan sebagai penyedia barang secara grosir bagi warung desa sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.
Ia juga melihat peluang kemitraan antara KDMP dan dapur MBG untuk memperluas akses pembiayaan bagi anggota koperasi. Kontrak pasokan yang jelas dapat menjadi dasar bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada petani dan UMKM.
Baca juga : Trubus Rahardiansah: Sistemnya Harus Dipersiapkan Dulu
“Kontrak pasokan antara KDMP dan dapur MBG dapat menjadi dasar bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kepada anggota koperasi,” katanya.
Namun, ia menekankan bahwa penguatan peran KDMP perlu didukung pengurus yang kompeten, manajemen profesional, dan sistem pencatatan transparan. Dengan tata kelola yang baik, koperasi dapat berkembang menjadi penghubung produksi desa dengan pasar yang lebih luas.
Perluas Kemitraan UMKM
Peneliti Center of Digital Economy and SMEs (CODES) Indef Fadhila Maulida mengatakan, perluasan akses kemitraan menjadi langkah penting agar semakin banyak UMKM dapat mengambil manfaat dari program MBG dan KDMP.
Menurut dia, pelaku usaha membutuhkan informasi yang jelas mengenai jenis bahan baku, volume kebutuhan, harga acuan, serta prosedur untuk menjadi pemasok. Dukungan juga diperlukan bagi UMKM informal agar dapat memenuhi persyaratan legalitas, standar mutu, dan kapasitas produksi.
“Kredit saja belum cukup. Kebutuhan pembiayaan biasanya muncul setelah ada pesanan yang pasti. Karena itu, kepastian kontrak dan pembayaran perlu didahulukan, lalu diikuti akses pembiayaan berbasis kontrak,” ujar Fadhila.
Baca juga : Dede Yusuf: Hak ASN Harus Terjamin, Aman Dan Tepat Waktu
Indef merekomendasikan pemerintah membuka data kebutuhan pasokan dapur MBG dan KDMP hingga tingkat kecamatan agar pelaku usaha dapat mengetahui peluang kemitraan secara lebih mudah. Pemerintah juga didorong menetapkan target belanja dari UMK dan koperasi lokal serta menyediakan kontrak pasokan berjangka tiga hingga enam bulan dengan kepastian pembayaran.
Selain itu, UMKM informal perlu mendapatkan pendampingan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi pangan, dan pencatatan usaha. Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus memperbesar peluang mereka masuk ke rantai pasok program pemerintah.
Fadhila menambahkan, kemitraan juga dapat diperluas dengan melibatkan kantin sekolah sebagai mitra dapur MBG dan mengarahkan KDMP menjadi pemasok grosir bagi warung desa. Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan program dapat mendorong pertumbuhan usaha lokal secara lebih inklusif.
“Masih banyak UMKM yang berminat terlibat. Dengan desain kemitraan yang tepat, MBG dan KDMP dapat menjadi pembeli utama bagi usaha lokal dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya.
Indef turut mendorong evaluasi berkala melalui survei panel kuartalan dan tahunan untuk mengukur keterlibatan UMKM, dampak ekonomi kedua program, serta tingkat penggunaan produk dalam negeri. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dan KDMP semakin luas dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat desa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya